Riset 2018

Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) mempunyai satu kegiatan penelitian yang berjudul Sintesis Kebijakan Pengelolaan Sumberdaya Lahan untuk Mendukung Pembangunan Pertanian, yang utamanya membahas isu dan permasalahan khusus terkini. Untuk tahun 2018, kegiatan ini terdiri atas 4 sub kegiatan yaitu: (1) analisis pemanfaatan lahan potensial tersedia untuk perluasan areal pertanian menuju tahun 2025, (2) arah dan strategi kebijakan pupuk dan pestisida, (3) penyusunan policy brief dan makalah kebijakan terkait pengelolaan dan pengembangan sumberdaya lahan pertanian, dan (4) analisis dampak hasil penelitian sumberdaya lahan.

Hasil untuk kegiatan pertama menunjukkan bahwa lahan potensial tersedia sebagai lahan cadangan di Kabupaten Manggarai Barat,  Provinsi NTT dan  Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara sudah sangat terbatas masing-masing 37.284 ha dan 2.017 ha.  Sedangkan untuk Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan seluas 8.957 ha, Kabupaten Sorong dan Kota Sorong, Provinsi Papua masing-masing 22.034 ha dan 5.683 ha, serta Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo seluas 4.372 ha.

Kegiatan kedua terdiri atas: (a) Koordinasi Tim Teknis Pupuk dan Pestisida lingkup Badan Litbang Pertanian; (b) Workshop; (c) Updating Rekomendasi Pupuk, dan (d) Pembinaan teknis pupuk. Tim Teknis Pupuk dan Pestisida telah melaksanakan pembahasan persyaratan teknis minimal pupuk anorganik, organik, pupuk hayati dan pembenah tanah, RSNI kapur pertanian dan RSNI pupuk organik padat, penyempurnaan dan mekanisme kerja tim pupuk dan pestisida, penyusunan standar operasional prosedur (SOP) Petugas Pengambil Sampel Pupuk (PPC) serta mengikuti rapat Koordinasi Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3) Pusat.

Kegiatan ketiga berupa penyusunan makalah kebijakan dan kegiatan keempat analisis dampak hasil penelitian sumberdaya lahan. Kedua kegiatan ini tidak dilanjutkan karena adanya refocusing anggaran pada bulan April 2018.

 

Peneliti: Ir. Anny Mulyani, MS