Kegiatan ini dilakukan untuk mem[elajari kelayakan sosial dan ekonomi dari inovasi teknologi sumberdaya lahan pertanian unggulan yang telah dihasilkan oleh Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian, Badan Litbang Pertanian.

Kegiatan penelitian dilakukan dalam skala luas (1-3 ha) yang terdiri dari inovasi-inovasi teknologi yang sudah dianalisis kelayakannya secara teknis melalui penelitian. Inovasi teknologi tersebut adalah 1.  Inovasi teknologi pupuk hayati Biotara pada usahatani padi sawah di lahan Pasang Surut yang dilaksanakan di Desa Karang Buah, Kecamatan Belawang, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan,  2. Inovasi teknologi pemupukan berimbang menggunakan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS) pada usahatani padi sawah yang dilaksanakan di Desa Cilangkap dan Cibitung, Kecamatan Buah Dua, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat , dan 3. Inovasi teknologi penggunaan urea berlapis biochar (UCB) dan Biokompos ramah lingkungan pada usahatani padi di sawah tadah hujan yang dilaksanakan di Desa Sidomukti, Kecamatan Jaken, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman padi IR42 dan Inpara 2 yang ditanam di lahan sawah pasang surut Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik. Paket penggunaan pupuk Urea, Phonska, kapur dan Biotara sebanyak 25 kg/ha dengan varietas padi IR42 dan Inpara 2 layak dikembangkan pada skala luas. Usahatani padi IR42 dengan menggunakan teknologi petani lebih peka terhadap perubahan harga dan produksi. Persepsi petani terhadap pemberian Biotara secara umum positif, hanya jika petani mau menerapkan atau mencoba, bahan Biotara tidak tersedia di lokasi. Petani di Desa Karang Buah lebih menyukai varietas IR42 dibandingkan varietas Inpara 2.

 Pertumbuhan tanaman padi pada dosis rekomendasi berdasarkan PUTS di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat lebih baik. Secara finansial pengggunaan PUTS sebagai alat uji tanah untuk menentukan dosis pupuk an-organik pada lahan sawah sangat menguntungkan petani. Keuntungan tersebut bersumber dari penghematan penggunaan pupuk NPK Phonska dan nilai perbedaan hasil padi yang diperoleh. Berdasarkan pengamatan dan persepsi petani, penggunaan PUTS berpengaruh baik terhadap keragaan pertumbuhan padi, mengurangi serangan OPT, terutama tikus, dan menghasilkan bulir padi yang lebih bernas.

Pupuk urea berlapis biochar dan biokompos yang digunakan dalam penelitian di Kabupaten Pati, Jawa Tengah terdeteksi memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman padi sawah. Aplikasi urea berlapis biochar (UCB) meningkatkan hasil padi Ciherang 14,17% lebih tinggi dari hasil yang dicapai oleh kebiasaan petani sedangkan penggunaan Biokompos meningkatkan hasil padi sebanyak 27,69%. Peningkatan hasil karena penggunaan UCB dan Biokompos setara dengan peningkatan pendapatan Rp.1.614.121 dan Rp.3.154.217.

Persyaratan yang harus dipenuhi jika Biotara, UCB dan Biokompos mau dikembangkan adalah kebijakan pemerintah, antara lain (1) Jaminan ketersediaan seperti siapa yang memperbanyak, bagaimana pemasarannya dan kepada siapa produk tersebut dipasarkan., (2) Perbaikan teknis pemberian menyangkut waktu dan kondisi lahan dan air setempat, (3) Perbaikan masa simpan dan (4) Peningkatan promosi bukan saja kepada petani tetapi juga kepada pemegang kebijakan di daerah.

 

Peneliti: Ir. Yoyo Sulaeman, MS