Kegiatan penelitian RPTP “Superimposed Teknologi Rehabilitasi Lahan Bekas Tambang” dimulai pada TA 2016. Kegiatan ini terdiri atas 3 sub kegiatan yaitu: 1)Penelitian rehabilitasi lahan bekas penambangan batubara di Kalimantan Timur dengan menggunakan amelioran, 2) Penelitian fertigasi di lahan bekas penambangan timah di Bangka serta 3) Penggunaan pupuk kandang dan biochar untuk pertanaman cabai pada lahan bekas tambang timah di Bangka.

Dalam kegiatan superimposed, teknologi unggulan pengelolaan dan pemulihan lahan rusak bekas tambang timah dan batubara dicobakan dengan lebih detail untuk verifikasi teknologi sehingga untuk tahun berikutnya dan selanjutnya perbaikan rekomendasi teknologi dapat dilakukan.

Laporan ini memaparkan hasil kajian terkait dengan pelaksanaan kegiatan lapangan superimposed 2018. Beberapa hasil penelitian secara umum adalah sebagai berikut. Hasil penelitian sub kegiatan 1 tentang amelioran di lahan bekas tambang batubara di Kaltim menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang dan fosfat alam berpengaruh positif terhadap pertumbuhan dannhasil tanaman jagung. Hasil penelitian sub kegiatan 2 tentang fertigasi di lahan bekas tambang timah di Bangka memberikan beberapa hasil sebagai berikut. Perlakuan jenis formula pupuk dan cara aplikasi pupuk tidak menunjukkan perbedaan pertumbuhan tanaman maupun produksi cabai segar yang nyata. Formula pupuk ABmix Balitbangtan maupun ABmix Agrifam yang diaplikasikan dengan cara fertigasi juga tidak berbeda nyata dengan dibandingkan pemupukan dengan NPK 16-16-16 dengan cara ditugal dan disiram secara manual. Pemberian pupuk kandang saja dapat segera meningkatkan   pertumbuhan dan hasil cabai dan juga menyebabkan tanaman tahan berproduksi hingga  2 tahun. Ameliorasi berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi cabai. Ameliorasi dengan campuran pupuk kandang dan  Biochar lebih baik pengaruhnya dibandingkan dengan amelioran pupuk kandang saja.

 

Peneliti: Dr. Husnain, M.Sc