221026Tokyo, Jepang – Kepala Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP)/Balitbangtan Prof. Dr. Fadjry Djufry berkesempatan untuk menghadiri Board Meeting dengan Vice Minister of MAFF (Ministry of Agriculture, Forestry and Fisheries) Japan dan DG JIRCAS (Japan Internasional Research Center for Agricultural Science) terkait strategi Green Asia Project (25/10).

Berbagai negara bergabung dengan Green Asia Project ini, termasuk Indonesia yang diwakili oleh BSIP. Pada pertemuan tersebut, Kepala BSIP didampingi oleh oleh Kepala BBSDLP Dr. Husnain dan Kepala Puslitbangbun Ir. Syafaruddin, Ph.D.

Prof. Dr. Fadjry Djufry, sebagai Advisory Board Member, memberikan masukan terkait penanganan perubahan iklim dengan tetap menjaga peningkatan produktivitas. Selain itu, beliau juga menyebutkan agar teknologi berbagai negara tersebut dapat diadaptasi dan dikombinasikan, sehingga dapat diterapkan di negara lain. Hal ini termasuk teknologi untuk menghadapi perubahan iklim.

Teknologi-teknologi terkait Perubahan Iklim tersebut misalnya Intermittent Irrigation (Pengairan berselang), penggunaan Biological Nitrogen Inhibitor (BNI), Biochar, dan pupuk organik. Lebih lanjut, teknologi dalam menurunkan emisi seperti padi rendah emisi, polusi tanah dan air, serta berbagai teknologi lokal negara target akan dikumpulkan.

Green Asia Project didukung oleh berbagai institusi, diantaranya IRRI, MARDI, ICRISAT, BSIP, dan tentu saja NARO, JIRCAS serta MAFF Japan. Selain itu, Badan Penelitian Lingkungan Pertanian berkesempatan untuk menjadi mitra project tersebut. Diharapkan dengan adanya project tersebut, sektor pertanian dapat semakin tangguh dan berkelanjutan.

bitcoin casino crypto casino crypto gambling crash betting game crash gambling game bitcoin gambling