Info Terkini

Jakarta (30/01/2023) - Dalam rangka penyempurnaan data produksi beras nasional, Bappenas mengadakan Pertemuan Satu Data Beras Indonesia. Rapat yang dipimpin Deputi Bidang Kemaritiman dan SDA Bappenas tersebut dihadiri oleh Deputi Bidang Pangan dan Agribisnis Kemenko Ekonomi, Sekjen dan Kepala BSIP Kementan, Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik dan Deputi Bidang Statistik Produksi BPS, Bapanas, BPN, BRIN, dan Prof Bustanul Arifin dari Forum Masyarakat Statistik. Turut serta dalam rapat tersebut Staf Khusus Menteri Bappenas Kennedy Simanjuntak dan jajaran Bappenas.

 

Pada pertemuan tersebut disepakati untuk menggunakan SISCrop 2.0 sebagai informasi satu data produksi beras. Tindaklanjut rapat tersebut adalah dibentuknya Tim Khusus Integrasi Metode SISCrop dan KSA. Bappenas dan seluruh peserta rapat sepakat menggunakan Penginderaan Jauh sebagai metode yang mengikuti kebutuhan era digital dan kemajuan teknologi terkini.

 

SISCrop merupakan sistem informasi yang dapat memberikan data fase tumbuh tanaman dan prediksi produksi padi nasional, dengan memanfaatkan citra satelit Sentinel-1. Semoga ke depan Kementerian Pertanian mampu menunjukkan hasil produksi beras nasional sesuai dengan fakta di lapangan, demi terciptanya pertanian yang maju, mandiri dan modern.

Jakarta (30/01/2023) - Dalam rangka penyempurnaan data produksi beras nasional, Bappenas mengadakan Pertemuan Satu Data Beras Indonesia. Rapat yang dipimpin Deputi Bidang Kemaritiman dan SDA Bappenas tersebut dihadiri oleh Deputi Bidang Pangan dan Agribisnis Kemenko Ekonomi, Sekjen dan Kepala BSIP Kementan, Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik dan Deputi Bidang Statistik Produksi BPS, Bapanas, BPN, BRIN, dan Prof Bustanul Arifin dari Forum Masyarakat Statistik. Turut serta dalam rapat tersebut Staf Khusus Menteri Bappenas Kennedy Simanjuntak dan jajaran Bappenas.

 

Pada pertemuan tersebut disepakati untuk menggunakan SISCrop 2.0 sebagai informasi satu data produksi beras. Tindaklanjut rapat tersebut adalah dibentuknya Tim Khusus Integrasi Metode SISCrop dan KSA. Bappenas dan seluruh peserta rapat sepakat menggunakan Penginderaan Jauh sebagai metode yang mengikuti kebutuhan era digital dan kemajuan teknologi terkini.

 

SISCrop merupakan sistem informasi yang dapat memberikan data fase tumbuh tanaman dan prediksi produksi padi nasional, dengan memanfaatkan citra satelit Sentinel-1. Semoga ke depan Kementerian Pertanian mampu menunjukkan hasil produksi beras nasional sesuai dengan fakta di lapangan, demi terciptanya pertanian yang maju, mandiri dan modern.

Edit 1 minBogor (01/11) – Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) menerima kunjungan dari dari Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS). Hadir secara langsung Kepala BBSDLP, Struktural BBSDLP, dan pimpinan serta senat Fakultas Pertanian UNS. Selain itu, dilakukan juga penandatanganan perjanjian kerja sama Merdeka Belajar Kampus Merdeka.

Dekan Fakultas Pertanian UNS, Prof. Dr. Ir. Samanhudi, SP, M.Si, IPM, ASEAN Eng, menyampaikan rasa terima kasih dan harapannya atas kunjungan kerja dan kerja sama yang terjalin antara kedua belah pihak. Lebih lanjut, disebutkan bahwa program "Merdeka Belajar, Kampus Merdeka" ini membuat perguruan tinggi memerlukan mitra yang cukup banyak. Hal ini termasuk kerja sama yang dilakukan antara UNS dan BBSDLP.

"Penelitian dan publikasi yang berkualitas lebih mudah dihasilkan saat dilakukan bersama-sama. Jadi kerjasama itu penting." ujar Prof. Samanhudi

Menyambut acara, Kepala BBSDLP Dr. Husnain, M.P., M.Sc merasa terhormat telah dikunjungi oleh pimpinan dan para senat Fakultas Pertanian UNS. 

"Research jadi bagian dari standardisasi. BBSDLP telah memiliki pilot project untuk pertanian presisi. Hal ini dapat menjadi wadah belajar dan contoh display teknologi yang diterapkan." jelas Dr. Husnain

Pada kegiatan ini pimpinan dan senat Fakultas Pertanian UNS berkesempatan untuk mengunjungi Puspita Farm 1 dan 2 yang menampilkan teknologi pertanian presisi dengan pemanfaatan IoT (Internet of Things), yaitu Smart Green House dan Indoor Vertical Farming. Kunjungan dilanjutkan ke kebun Show Window, Screen House yang berisi hidroponik dengan berbagai jenis tanaman hortikultura dan stan Soil Sensor Kit yang merupakan alat deteksi cepat untuk mengetahui hara tanah.

Diharapkan dengan adanya kerjasama BBSDLP dan Fakultas Pertanian UNS  ini dapat mempererat hubungan kedua belah pihak, demi pertanian Indonesia yang lebih maju, mandiri dan modern.

IMG 20230128 WA0001Jakarta (27/01/2023) - Kepala Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) Dr. Husnain, M.P., M.Sc berkesempatan menjadi salah satu narasumber dalam acara MSPP (Kementan Sapa Petani dan Penyuluh Pertanian) yang diselenggarakan oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian. Acara tersebut bertema "Penyuluhan Petani Siap Mendukung Program Pembangunan Pertanian Melalui Gerakan Tani Pro Organik (Genta Organik)" dan dikemas dalam bentuk talkshow. Dihadiri oleh berbagai kalangan seperti penyuluh, petani, mahasiswa, dan lain-lain. 

Genta Organik merupakan Gerakan Tani Pro Organik meliputi pemanfaatan pupuk organik, pupuk hayati, dan pembenah tanah sebagai solusi masalah pupuk kimia guna mendorong petani memproduksi pupuk hayati dan pembenah tanah.

Mengawali sesi acara, Dr. Husnain menyampaikan bahwa Genta Organik merupakan Gerakan yang sangat bagus yang digaungkan kembali oleh BPPSDMP. Sebelumnya, semangat pertanian organik telah dimulai sejak tahun 2010 namun belum memperoleh hasil yang sesuai dengan harapan. 

“Berkaitan dengan pertanian organik, BBSDLP telah melakukan survei dan memetakan kondisi tanah se-Indonesia. Berdasarkan hasil survei, 70% tanah di Indonesia mengandung C Organik <2%,” ujar Dr. Husnain. 

Dr. Husnain menambahkan bahwa kondisi tanah tersebut dalam kondisi tidak sehat karena tanah yang ideal mengandung C Organik di atas 5%. Dalam sesi diskusi, Dr. Husnain menjelaskan tentang pupuk organik dan anorganik beserta jenis, bentuk, dan contohnya. Selain itu, Kepala BBSDLP menyampaikan terkait konsep pemupukan berimbang dimana pemberian unsur hara harus dalam jumlah yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan tanah yang dapat diketahui dengan uji cepat kondisi tanah menggunakan Soil Test Kit. 

“BBSDLP telah mengeluarkan Peta Status Hara skala 1:50.000 dengan 9 kombinasi yang dapat digunakan sebagai rekomendasi pemupukan tanah,” ujar Dr. Husnain.

Menutup sesi talkshow, Dr. Husnain mengajak seluruh pejuang pertanian untuk sepakat bahwa Indonesia tidak akan mengalami krisis pangan. Mengingat, Indonesia dalam posisi yang cukup baik dalam memenuhi kebutuhan pangan. Mengembalikan marwah pertanian dengan mengkombinasikan pangan secara sehat, serta menggunakan pupuk organik dan anorganik secara berimbang.

 

#icalrd #ministryofagriculture #bbsdlp #kementan #AgroStandar #SayaBSIP #BSIP #pertanianmajumandirimodern #organik #pertanianorganik #corganik

221026Tokyo, Jepang – Kepala Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP)/Balitbangtan Prof. Dr. Fadjry Djufry berkesempatan untuk menghadiri Board Meeting dengan Vice Minister of MAFF (Ministry of Agriculture, Forestry and Fisheries) Japan dan DG JIRCAS (Japan Internasional Research Center for Agricultural Science) terkait strategi Green Asia Project (25/10).

Berbagai negara bergabung dengan Green Asia Project ini, termasuk Indonesia yang diwakili oleh BSIP. Pada pertemuan tersebut, Kepala BSIP didampingi oleh oleh Kepala BBSDLP Dr. Husnain dan Kepala Puslitbangbun Ir. Syafaruddin, Ph.D.

Prof. Dr. Fadjry Djufry, sebagai Advisory Board Member, memberikan masukan terkait penanganan perubahan iklim dengan tetap menjaga peningkatan produktivitas. Selain itu, beliau juga menyebutkan agar teknologi berbagai negara tersebut dapat diadaptasi dan dikombinasikan, sehingga dapat diterapkan di negara lain. Hal ini termasuk teknologi untuk menghadapi perubahan iklim.

Teknologi-teknologi terkait Perubahan Iklim tersebut misalnya Intermittent Irrigation (Pengairan berselang), penggunaan Biological Nitrogen Inhibitor (BNI), Biochar, dan pupuk organik. Lebih lanjut, teknologi dalam menurunkan emisi seperti padi rendah emisi, polusi tanah dan air, serta berbagai teknologi lokal negara target akan dikumpulkan.

Green Asia Project didukung oleh berbagai institusi, diantaranya IRRI, MARDI, ICRISAT, BSIP, dan tentu saja NARO, JIRCAS serta MAFF Japan. Selain itu, Badan Penelitian Lingkungan Pertanian berkesempatan untuk menjadi mitra project tersebut. Diharapkan dengan adanya project tersebut, sektor pertanian dapat semakin tangguh dan berkelanjutan.

bitcoin casino crypto casino crypto gambling crash betting game crash gambling game bitcoin gambling