JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
(Reading time: 1 - 2 minutes)

Lahan sawah pasang surut berpotensi memberikan kontribusi produksi padi yang cukup besar. Namun, produktivitas padi sawah pasang surut tergolong rendah karena teknologi pemupukan hara berimbang belum banyak dilakukan.  Rekomendasi pemupukan yang dapat ditentukan petani langsung di lapangan dengan cepat, tepat, serta spesifik lokasi sangat diperlukan untuk mendongkrak hasil padi rawa pasang surut.

Perangkat Uji Tanah Rawa (PUTR) dapat digunakan acuan untuk menentukan rekomendasi pemupukan tanaman padi di lahan sawah pasang surut. Hal ini diungkapkan Muhammad Hatta, dkk dalam Jurnal Tanah dan Iklim Vol 39 No.1 Tahun 2015. PUTR merupakan teknologi hasil penelitian Balai Penelitian Tanah Bogor sebagai alat bantu petani, penyuluh pertanian, dan praktisi pertanian di lahan rawa.

Menurut Hatta, petani yang tidak memiliki latar belakang ilmu kimia atau ilmu kesuburan tanah dapat menggunakan PUTR karena mudah digunakan. Rekomendasi dari PUTR juga akurat bila dibandingkan dengan pengujian di laboratorium. “Saya telah membandingkan rekomendasi dari PUTR dan rekomendasi dari laboratorium di Kalimantan Barat,” kata Hatta.

Hatta melakukan percobaan pada lahan tipe luapan A dan tipe luapan B dengan membandingkan perlakukan pemupukan dengan takaran berdasarkan hasil uji tanah dengan menggunakan PUTR. Hasilnya taraf pemupukan berdasarkan hasil analisis tanah di laboratorium dan uji tanah dengan PUTR memberikan pengaruh positif terhadap jumlah malai  dan gabah per rumpun bila dibandingkan dengan padi yang dipupuk berdasarkan rekomendasi setempat dan tanpa dipupuk.

Pemupukan berdasarkan hasil uji tanah dengan menggunakan takaran pemupukan satu rekomendasi PUTR (90 kg/ha N, 18 kg/ha P2O5, dan 90 kg/ha K2O) cukup akurat digunakan acuan untuk padi sawah pasang surut tipe luapan A dan B. Hal ini ditunjukkan dengan hasil gabah yang setara dengan hasil dari rekomendasi di laboratorium. Hasil gabah kering meningkat 41.5% di tipe luapan A dan 53.3% di tipe luapan B bila dibanding hasil pemupukan rekomendasi setempat.

Hatta menambahkan PUTR dapat meningkatkan efisiensi pemupukan yang kemudian berdampak terhadap pendapatan petani. Efisiensi dapat ditingkatkan dengan mengukur ketersediaan hara dalam tanah dan mengukur kebutuhan hara sehingga produksi optimum dan nilai ekonomi produksi lebih tinggi. (Nunik Rachmadianti)