JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
(Reading time: 1 - 2 minutes)

Bogor, 10 Juli 2017. Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian menerima kunjungan sejumlah mahasiswa dari Sidney Univerisity – Australia.  Kunjungan tiga belas mahasiswa tersebut dinilai sangat penting dan bermanfaat bagi para mahasiswa maupun pihak universitas dalam memahami kondisi pertanian dan sumberdaya lahan di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Bidang Kerjasama dan Hasil Penelitian (KSPHP), Dr. Yiyi Sulaeman, MSc. mewakili Kepala BBSDLP menyampaikan sambutan dan memaparkan tentang profile BBSDLP dan pertanian secara umum di Indonesia.

Pada kunjungan yang berlangsung lebih dari dua jam tersebut juga dipaparkan tentang lahan gambut di Indonesia dengan topik Indonesia Peatland: current research policy, issues and way forward yang disampaikan oleh Prof. Fahmudin Agus.

Dalam pemaparannya Fahmudin menyampaikan kondisi lahan gambut, isu lingkungan terkait lahan gambut, pemanfaatan lahan gambut di Indonesia, serta beberapa hasil penelitian dan teknologi pengelolaan lahan gambut yang diterapkan di Indonesia. Dalam paparannya Fahmudin juga menyampaikan peran dan kesungguhan pemerintah dalam penanganan isu lingkungan tentang gambut, antara lain dengan terbentuknya Badan Restorasi Gambut (BRG) dan hadirnya Peraturan Pemerintah No. 57/2016 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut.

 “Kunjungan ini sangat penting dan bermanfaat bagi para mahasiswa. Kami mendapatkan gambaran utuh tentang pertanian dan juga lahan gambut yang disampaikan oleh para ahli dari Indonesia,”  demikian papar Profesor Budiman Minasti yang mengepalai rombongan tersebut. Kunjungan ini juga membuka peluang kerjasama penelitian bagi kedua belah pihak demikian papar Budiman.

Pada sesi diskusi para mahasiswa tersebut secara aktif bertanya tentang pertanian di Indonesia. Mereka juga secara lugas menyoroti isu-isu lingkungan, sosial ekonomi, dan isu global lainnya berkenaan dengan lahan gambut di Indonesia. Pertanyaan yang juga penting adalah bagaimana memanfaatkan teknologi remote sensing untuk pengelolaan lahan gambut.

Kesungguhan mereka dalam menyoroti dan mempelajari lahan gambut di Indonesia juga dibuktikan dengan rencana kunjungan ke Provinsi Riau pada hari berikutnya. Mereka akan mengunjungi dan mengamati langsung beberapa lokasi lahan gambut  yang ada di Riau.

Minat mereka untuk mempelajari Indonesia dari aspek pertanian juga sangat tinggi, beberapa mahasiswa menyampaikan keinginan mereka untuk mempelajari kondisi sumberdaya lahan di Indonesia melalui pendekatan teknologi pemetaan tanah digital atau digital soil mapping.  (Saefoel Bachri).