JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Mentan Beri Tantangan kepada Tiga Profesor Riset

(Reading time: 1 - 2 minutes)

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan tantangan kepada tiga profesor riset yang baru saja dikukuhkan Senin (14/8).  Tiga profesor itu yaitu Prof Riset Dr Ir Didik Harnowo, MS; Prof Riset Dr Ir Dedi Nursyamsi, M Agr, dan Prof Riset Dr Ir I Nyoman Widiarta, M Agr.

Kepada Prof Didik Harnowo dan tim, tantangannya berupa memetakan upaya pengembangan industri hilir perbenihan kedelai, yang dapat menjamin ketersediaan dan keberlanjutan benih kedelai bermutu di tingkat petani. “Sekaligus membangun kelembagaan yang dapat menjaga upaya stablitas produksi di tingkat petani dan ke depan apa yang dihasilkan menjadi acuan ditjen tanaman pangan untuk upaya swasembada kedelai,” kata Amran melalui siaran pers yang diterima HARIAN NASIONAL, Senin. 

Pada pengukuhan itu, Didik memang menyuguhkan topik orasi dengan judul “Inovasi Teknologi Benih Kedelai untuk Memacu Pengembangan Industri Hilir Perbenihan”. Sementara kepada Dedi Nursyamsi yang menyuguhkan topik “Refomulasi Paket Pengendalian Penyakit Tungro Terpadu pada Tanaman Padi dalam Era Revolusi Hijau Lestari”,  Mentan memberikan tantangan berupa penerapan pengawalan teknologi yang Dedi buat. 

“Berikan pengawalan penerapan teknologi yang saudara hasilkan dalam paket Jarwo Super pada skala luas,” kata Amran. Tak hanya itu, mentan juga meminta dengan teknologi itu dapat memacu peningkatan produksi minimal 50 persen dari teknologi eksisting pada 75 persen luasan areal uji coba. “Serta merancang pengembangan atau replikasi di berbagai agro ekosistem sebagai basis pengembangan massal pada sentra produksi padi.”

Sementara untuk Nyoman Widiarta yang mengakat topik “Refomulasi Paket Pengendalian Penyakit Tungro Terpadu pada Tanaman Padi dalam Era Revolusi Hijau Lestari”, Mentan meminta penerapan P2T2RL skala luas diberi pengawalan terutama pada areal yang akhir - akhir ini mengalami outbreak seperti penyakit kerdil, rumput/kerdil hampa yang ditularkan wereng coklat.

“Selain itu saya minta juga menyusun road map  bagi penerapan P2T2RL dalam pengembangan Desa Mandiri Benih Padi, agar petani mampu memproduksi benih bermutu yang tahan virus,” ujar Amran. 

Mentan mengatakan, mendukung konsep Science Based Policy Making. Oleh karena itu dirinya  mendukung dan mendorong kegiatan penelitian yang hasilnya harus siap implementasi seperti Paket Teknologi Jarwo Super. “Saya minta setiap hasil penelitian dapat dikembangkan dalam bentuk kaji tindak dengan skala ribuan hektar,” ujarnya.