JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Petani Turut Berperan Menghadapi Perubahan Iklim

(Reading time: 1 - 2 minutes)

Kegiatan Lokakarya dan Seminar Nasional Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim “Menyikapi Perubahan Iklim dengan Meningkatkan Sinergi Adaptasi dan Mitigasi Sektor Pertanian”, yang dilaksanakan pada tanggal 13-14 September 2017 oleh Balai Besar Litbang sumberdaya Lahan Pertanian, Badan Litbang Pertanian. Dalam kegiatannya selain membahas berbagai isu perubahan iklim yang terjadi juga bertujuan untuk menghimpun praktek lokal yang pada saat ini dilakukan oleh petani, penyuluh maupun penggiat LSM.

Narasumber yang didatangkan untuk membahas sistem kearifan lokal tersebut yaitu bapak Hidayat dari Kabupaten Bima, kemudian Bapak Yateni dari Tulung Agung, Bapak Ir. Bambang dari Malang, serta Dr. Neneng L. Nurida ahli Biochar Balai Penelitian Tanah.

Dalam prakteknya bapak Hidayat dan Bapak Yateni memanfaatkan Dam Parit untuk menjadikan lahan pertanian di wilayahnya menjadi lebih produktif walaupun kekeringan sering terjadi di daerahnya masing – masing. Dengan adanya Dam Parit tersebut produksi pangan yang dihasilkan meningkat yang ditandai dengan terjadinya peningkatan indeks pertanaman.

Ir. Bambang dalam kesempatannya menyampaikan teknologi dan kearifan lokal untuk meningkatkan ketersediaan air melalui gerakan menabung air (GEMAR) serta kampung konservasi air di Kampung Glintung atau kampung 3G (Glintung Go Green). Beliau mengatakan “untuk melaksakan teknologi tersebut agar benar – benar dilaksakan dibutuhkan kemauan, semangat, tekad, rasa kebersamaan, serta kelembagaan yang di kelola dengan baik”. Hal itu pun mengasilkan buah manis bagi Ir. Bambang karena mampu menjadikan Kampung 3G menjadi Kampung contoh terbaik di level nasional serta internasional.

Dr. Neneng L. Nurida selaku ahli Biochar menyampaikan pemanfaatan Biochar (berasal dari limbah pertanian sulit lapuk), selain dapat meningkatkan simpanan karbon dalam tanah, juga dapat menghemat penggunaan air, dan mampu memperbaiki kualitas tanah (peningkatan kemampuan tanah memegang air, pengikat kontaminan, dan retensi hara).

Namun Dr. Neneng mengatakan “Delivery teknologi biochar kepada masyarakat masih menjadi kendala, sehingga perlu menggandeng atau menjalin kerjasama dengan komunitas-komunitas atau  LSM pemerhati biochar agar biochar ini dapat sampai kepada para masyarakat awam khususnya para petani”ujarnya. (Laela Rahmi)