JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Info Terkini

Workshop Model Pengelolaan Berkelanjutan Lahan Gambut

(Reading time: 1 - 2 minutes)


















Pada 18 Februari 2015 telah diselenggarakan workshop “Model Pengelolaan Berkelanjutan Lahan Gambut Terdegradasi Ramah Lingkungan” yang pembukaannya dipimpin oleh Kabid KSPHP mewakili Kepala BBSDLP. Workshop dihadiri oleh Kepala Balai lingkup BBSDLP, Kepala BPTP anggota kegiatan ICCTF, Kepala Bidang Program dan Evaluasi BBSDLP, Penanggungjawab lapangan demplot, anggota kegiatan ICCTF, dan peneliti lingkup BBSDLP. Agenda workshop meliputi antara lain rencana umum diseminasi model pengelolaan berkelanjutan lahan gambut, rencana umum kegiatan monitoring dan sifat fisik dan kimia tanah gambut, serta diskusi menyangkut strategi pelaksanaan kegiatan.

Pada workshop ini disampaikan presentasi dari 2 pembicara yaitu Dr. Edi Husen, MSc dan Prof. Dr. Fahmuddin Agus. Dr. Edi Husen MSc menyampaikan topik mengenai model dari pengelolaan gambut dan fokus pada rencana monitoring serta diseminasi model pengelolaan berkelanjutan lahan gambut terdegradasi. Sedangkan Prof. Dr. Fahmuddin Agus dalam presentasinya menyebutkan 3 aspek penting dalam kegiatan ini yaitu aspek agronomi; kelanjutan pengamatan subsidence dan perubahan stock lahan gambut; dan kelanjutan pengamatan CO2 serta gas methane.

Sebagai bahan pertimbangan rencana kegiatan ini kedepan, dilaksanakan diskusi yang dibagi menjadi 2 sesi. Hasil diskusi tersebut antara lain: (1) Kerjasama antara unit kerja lingkup BBSDLP dengan BPTP diharapkan menjadi lebih baik dari segi komunikasi; 2) Model yang akan digunakan dalam kegiatan tahun ini perlu dibicarakan lebih detail oleh seluruh peneliti BBSDLP-BPTP; (3) Percobaan dengan menggunakan PUGAM tetap dilaksanakan dengan memanfaatkan PUGAM yang masih tersedia; (4) Penambahan jumlah SDM untuk membantu pengamatan dan penelitian; (5) Memperluas diseminasi kegiatan ini ke pihak-pihak terkait seperti Perguruan Tinggi, Swasta, dan Pemda setempat; (6) Diharapkan BPTP dapat membuat proposal sebagai langkah awal penyelesaian permasalahan yang ada di lapangan, saat kegiatan berlangsung tahun sebelumnya.

Evaluasi Matrik Kegiatan Tahun Anggaran 2016 Lingkup BBSDLP

(Reading time: 1 minute)

Sesuai dengan siklus perencanaan program dan anggaran Badan Litbang Pertanian, pada tanggal 1-3 Februari 2015 telah dilakukan evaluasi matrik kegiatan TA 2016 lingkup BBSDLP.

Kegiatan ini bertujuan menghimpun saran masukan untuk mempertajam matrik kegiatan TA 2016 yang selaras dengan tugas pokok/fungsi masing-masing satker dan sasaran strategis pembangunan pertanian 2015-2019, yaitu dalam rangka mendukung swasembada pangan berkelanjutan. Kegiatan evaluasi matrik ini melibatkan para evaluator yang terdiri atas profesor riset, peneliti senior, dan pejabat struktural, yaitu 1) Prof. Dr. Irsal Las, 2) Prof. Dr. Fahmuddin Agus, 3) Dr. Achmad Rachman, 4) Dr. Sri Rochayati, 5) Ir. Sofyan Ritung, MSc, 6) Dr. D. Subardja, 7) Dr. Mamat H.S., 8) Dr. Nono Sutrisno, 9) Dr. Edi Husen, MSc 10) Dr. Sukarman, dan 11) Ir. Mas Teddy Sutriadi, MSi.

Jumlah RPTP dan RDHP lingkup BBSDLP yang dievaluasi disajikan pada Tabel berikut:

No

Satuan Kerja

RPTP

RDHP

1.

Balai Besar Litbang SDL Pertanian

12

2

2.

Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa

8

3

3.

Balai Penelitian Tanah

8

2

4.

Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi

4

1

5.

Balai Penelitian Lingkungan Pertanian

4

1

Total

36

9

Sumber tabel: (wwm/wa/eh)

 

Workshop Peningkatan Kapabilitas Penyusunan Data Spasial

(Reading time: 1 minute)



















Workshop yang dilaksanakan mulai tanggal 2 Februari 2015 ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan petugas dinas provinsi yang membidangi perkebunan. Jumlah peserta workshop 19 orang yang berasal dari lingkup Direktorat Jenderal Perkebunan dan BBSDLP.

Pelaksanaan workshop berlangsung selama 11 hari yang dibagi menjadi 2 gelombang, dengan narasumber dari BBSDLP antara lain: Dr. Yiyi Sulaeman, M.Sc; Saefoel Bachri, S.Kom., MMSi.; Ropik S.IP., M.Si.; Noto Prasodjo; Ir. Adi Setiyanto, M.Si; Hapid Hidayat, A.Ma; Asisah, A.Md; Lia Amalia, A.Md; Mukhlisin Sahidin, SP; Fitri Widiastuti, A.Md; Jaelani; dan Afif Muzaki Ahsan, SP.

Materi workshop antara lain pengenalan GIS dan ArcGis 10.1, teknik Georeferencing, pengenalan GPS dan pemanfaatannya, pengelolaan data spasial, pengelolaan data atribut, eksplorasi data spasial dan penyajian data spasial untuk laporan. Melalui workshop ini diharapkan para peserta mengetahui mengenai dasar-dasar GIS, dan dapat mengoperasikan program GIS serta pemanfaatannya untuk berbagai kebutuhan pengolahan, manipulasi dan pemutakhiran data spasial untuk keperluan pembangunan pertanian khususnya perkebunan.

 

Kunjungan Mahasiswa Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada

(Reading time: 1 minute)










Sebanyak 60 mahasiswa/mahasiswi dan dua dosen dari Keluarga Mahasiswa Ilmu Tanah (KMIT), Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada pada tanggal 13 Januari 2015 mengunjungi BBSDLP. Kunjungan yang berlangsung setengah hari tersebut bertujuan untuk menambah wawasan para anggota KMIT terkait sumberdaya lahan dan ilmu tanah.

Pada kesempatan tersebut diadakan presentasi profil BBSDLP, AWS Telemetri, dan Perangkat Uji Pupuk. Para mahasiswa berkesempatan untuk mencoba memperoleh informasi melalui AWS Telemetri dengan menggunakan HP masing-masing.

Siaran di Radio Republik Indonesia Bogor

(Reading time: 1 minute)

Pada 9 Januari 2015, BBSDLP mengisi acara Siaran Pedesaan di Radio Republik Indonesia Bogor yang berlangsung pada pukul 19.30-20.00 WIB. Dr. Edi Husen, MSc sebagai narasumber mengangkat tema Dukungan Informasi Sumberdaya Lahan Pertanian dalam Pembangunan Pertanian di Indonesia. Acara berupa penjelasan dari narasumber terkait tema dan diselingi dengan tanya jawab dengan host seputar tema yang diangkat. Sinopsis acara Siaran Pedesaan adalah sebagai berikut:

Dukungan informasi sumberdaya lahan pertanian dalam pembangunan pertanian di Indonesia. Indonesia adalah salah satu negara agraris terkenal di Asia Tenggara. Saat resesi tahun 1998, sektor pertanian merupakan satu-satunya sektor yang mampu bertahan dan memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Keberhasilan ini tentunya berkat kerja keras semua pihak dalam mendukung pembangunan pertanian, termasuk upaya implementasi berbagai hasil inovasi teknologi litbang pertanian dan penyediaan informasi sumberdaya lahan.