JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Info Terkini

Tiga Kunci dari Presiden

(Reading time: 2 - 3 minutes)

Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo, menyodorkan 3 kunci untuk membangun pertanian Indonesia untuk mewujudkan cita-cita kedaulatan pangan. Kunci pertama dari 3 kunci tersebut berasal dari pemikiran para peneliti di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. “Yang pertama urusi air. Mulai dari irigasi dan waduk yang saat ini 52% rusak,” kata Presiden di hadapan pejabat di lingkungan kementerian pertanian dan dinas pertanian yang berasal dari seluruh Indonesia pada Rapat Kerja Nasional Pertanian, awal Januari 2017.

Kunci tersebut, menurut Joko Widodo, tak bisa digunakan oleh Menteri Pertanian seorang diri untuk mewujudkannya, tetapi harus digunakan secara berduet. “Ini tugas duet dari Kementerian Pertanian dan Kementerian Pekerjaan Umum. Bila duetnya gagal, maka kunci tersebut tak bisa digunakan,” kata Joko Widodo. Toh, Presiden yakin duet Menteri Pertanian akan berhasil karena pada duet-duet sebelumnya telah berhasil dilakukan kementerian pertanian.

Sebut saja duet Menteri Pertanian dan Menteri Perdagangan untuk menstabilkan harga dan menjamin pasokan beras. Duet lain juga dilakuan dengan baik oleh Menteri Pertanian dengan Panglima TNI dalam mendorong keberhasilan program upaya khusus (Upsus) terutama terkait penambahan luas tanam. “Kita jangan menuntut banyak dalam 2 tahun pertama ini, tapi saya yakin pada tahun ketiga dan keempat semua terobosan yang diupayakan Kementerian Pertanian akan berhasil dengan baik,” kata Presiden.

Menurut Presiden, Indonesia memiliki anugerah berupa air yang melimpah, tetapi belum bisa mengelola dengan baik. Padahal, air merupakan kunci utama untuk meningkatkan produksi pertanian Untuk mengelola air yang berlimpah tersebut Presiden menggunakan rekomendasi dari riset di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian berupa embung untuk memanen air hujan. “Data yang saya terima saat ini terdapat 3.000-4.000 embung berbagai ukuran di Indonesia. Jumlah ini harus diperbanyak,” kata alumnus Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada itu.

Presiden lantas menugaskan Kementerian Pertanian dan Kementerian PU untuk membangun 30.000 embung pada 2017. “Bila pembangunan embung dan perbaikan irigasi serta waduk selesai, maka air akan mengalir ke sawah-sawah untuk meningkatkan produksi pertanian,” kata Presiden. Terkait hal tersebut Menteri Pertanian telah menugaskan peneliti dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian untuk mensinergiskan hasil observasi dan identifikasi wilayah yang cocok untuk pembuatan embung dengan Kementerian PU sebagai eksekutor.

Menurut Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian, Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr, riset untuk memanen air hujan di saat air melimpah untuk digunakan di saat musim kemarau telah dikuasai. Para peneliti telah membuat desain embung dari yang paling sederhana hingga prototype modern. “Saat ini embung masih terbuka, tetapi di masa depan embung bisa saja tertutup sehingga area bagian atas dapat dimanfaatkan seperti di negara maju. Bisa saja di atas embung ada pertokoan sehingga kompetisi penggunaan lahan dapat dihindari,” kata Dedi.

Selain kunci yang disodorkan BBSDLP, Presiden menyebut 2 kunci lain untuk membangun pertanian Indonesia yaitu clustering sentra pertanian di sebuah wilayah agar pengelolaannya lebih mudah. “Satu wilayah cukup diberi mandat untuk mengembangkan 1 komoditas sehingga segala dukungan pemerintah dapat terarah,” kata Presiden. Kunci terakhir ialah mengkorporasikan beberapa petani dalam skala ekonomi yang layak sehingga petani dapat sejahtera. (Destika Cahyana)

Kunjungan Mentan ke Laboratorium BBSDLP

(Reading time: 1 minute)

Menteri Pertanian, Dr. Andi Amran Sulaiman, setelah membuka Raker Balitbangtan pada 5 Juni 2015, berkunjung ke Laboratorium Kimia Tanah, Balittanah. Dalam kunjungannya, beliau menyampaikan agar semua hasil inovasi teknologi Balitbangtan segera dilisensi dan disebarluaskan

pada masyarakat. Selain itu, beliau menyarankan agar mengundang media massa dalam mensosialisasikan teknologi inovasi agar dapat diterima masyarakat luas. Diharapkan produk hasil inovasi dan teknologi Balitbangtan dapat bersaing secara kualitas dan kuantitas di masyarakat.

 

Pekan Lingkungan dan Kehutanan Indonesia 2015

(Reading time: 1 minute)


Pekan Lingkungan dan Kehutanan Indonesia 2015 (PLKI 2015) diselenggarakan di Jakarta Convention Center, pada tanggal 18 s/d 21 Juni 2015. Acara yang dibuka oleh wakil presiden ini merupakan rangkaian dari acara Hari Lingkungan Hidup tanggal 5 Juni 2015 yang sebelumnya telah dilaksanakan di Istana Bogor. Dengan tema utama “Mimpi dan Aksi bersama Untuk Keberlanjutan Kehidupan di Bumi” acara ini diikuti oleh instansi Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Badan Usaha Milik Negara, Perusahaan Swasta Nasional dan Multinasional, Badan dan Organisasi Lingkungan Hidup serta pemerhati lingkungan.

Pada gelaran PLKI 2015 ini Kementerian Pertanian diwakili oleh Badan Litbang Pertanian, Dirjen Hortikultura, dan Sekretariat Kementerian yang mendiseminasikan berbagai inovasi tekonologi pertanian seperti perangkat uji, pakan ternak rendah emisi, serta berbagai macam publikasi yang terkait dengan perubahan iklim dan lingkungan. Mulai dari pengunjung umum, pelajar, hingga mahasiswa mengunjungi stand Balitbangtan untuk mendapatkan informasi mengenai inovasi teknologi yang dikembangkan oleh Balitbangtan.

 

 

 

 

 



Kunjungan Mahasiswa Universitas Jambi

(Reading time: 1 minute)










Sebanyak 40 mahasiswa dari Fakultas Pertanian Universitas Jambi melakukan kunjungan ke BBSDLP dan laboratorium BBSDLP serta Balittanah pada 12 Juni 2015. Kunjungan bertujuan untuk menambah wawasan dan pengetahuan mengenai ilmu tanah. Acara diterima oleh Kasi PHP dan beberapa peneliti BBSDLP dan Balitbangtan. Pada saat penerimaan, selain pembukaan dan pengenalan profil Balitbangtan lewat video, mahasiswa melakukan sesi tanya jawab dengan para peneliti yaitu, Dr. Maswar, Dr. Kusumo Nugroho, Dr. Joko Purnomo, Dr. IGP Wigena, Ropik, S.IP. M.Si, dan Saefoel Bachri S.Kom., M.Si.

Selain diskusi di ruangan, juga dilakukan

kunjungan ke laboratorium Informasi Geospasial dan Analisis Sistem (IGAS), laboratorium kimia tanah, laboratorium mikrobiologi tanah, dan laboratorium fisika tanah.

 

Kunjungan Land Development Department (LDD) Thailand

(Reading time: 1 - 2 minutes)

Land Development Department (LDD) merupakan lembaga di bawah Ministry of Agriculture and Cooperatives Thailand. Lembaga ini mempunyai tugas untuk melakukan survei tanah dan analisis sebagai dasar penetapan klasifikasi tanah dan pemanfaatan peta; pengembangan lahan; serta menentukan kawasan penggunaan lahan dan kawasan konservasi tanah dan air sesuai sensus tanah.

Pada 26 Mei 2015, LDD melakukan kunjungan ke BBSDLP terkait dengan proyek kerjasama antara Balitbangtan dengan LDD. Dalam acara pembukaan, Dr. Chandra mewakili Balitbangtan dan Dr. Edi Husen mewakili kepala BBSDLP memberikan sambutan singkat terkait kunjungan ini. Selain itu, disampaikan beberapa presentasi mengenai profil lembaga masing-masing dan berbagai bidang hasil penelitian serta inovasi dalam bidang pertanian. BBSDLP yang diwakili oleh

Dr. Rahmah menyampaikan presentasi dengan judul “R & D on Adaptation and Mitigation of Climate Change in Indonesian Agriculture”. Setelah acara presentasi, dilakukan kunjungan ke petak pamer laboratorium kimia, laboratorium mikrobiologi, dan laboratorium fisika tanah. Kunjungan kemudian dilanjutkan ke UK/UPT lingkup Kampus Pertanian Cimanggu yaitu Balitklimat, BB Biogen, Puslitbang Perkebunan, dan BB Pascapanen.

Adanya kerjasama ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan mengenai dampak alih fungsi lahan pada lingkungan; dan kemampuan peneliti Balitbangtan dan LDD mengenai tanah, ekologi, dan lingkungan dimana hasil selanjutnya dapat disebarluaskan ke beberapa negara tetangga lainnya.