JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Produk

BioNutrient

(Reading time: 1 minute)

Untuk meningkatkan kualitas pupuk organik dan efisiensi pemupukan diperlukan inokulan penyubur dan penyedia hara bagi tanaman. BioNutrient: merupakan inokulan penyubur tanah dan penyedia hara, untuk tanaman pangan, hortukultura dan perkebunan. Manfaat: Meningkatkan aktivitas mikroba dalam tanah, kesuburan dan kesehatan tanah mendukung produktivitas tanah yang berkelanjutan. Keunggulan: 1) BioNPK (biological nitrogen-phosphorus-potassium fertilizer) mengandung bakteri penambat N2 , pelarut P dan penyedia K, serta penghasil auksin pemacu tumbuh untuk memperkuat dan memperbanyak perakaran, 2) Meningkatkan efisiensi pemupukan N, P, dan K pada tanaman pangan hingga 50% dari dosis rekomendasi, 3) Dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pupuk organik, dan 4) Diproses dengan teknologi maju melalui teknik aseptis mutakhir dan sistem pengendalian mutu yang menjamin keunggulan produk sampai ditingkat pengguna.

Info Lengkap hubungi: Balai Penelitian Tanah

Nodulin

(Reading time: 1 minute)

 Untuk meningkatan produktivitas kacang-kacangan diperlukan inokulan bintil akar yang dapat mperbanyak bintil akar dan perkaran tanaman melalui formulasi bahan pembawa alami.
Nudulin: Inokulan bintil akar plus untuk tanaman kacang-kacangan, mengandung Rhizobium sp, Azospirilum dan Bacillus sp. Manfaat: 1) mengandung bakteri bintil akar tanaman kacang-kacangan, yaitu adanya bakteri pelarut fosfat yang berfungsi ganda menyediakan P dan K bagi tanaman dan rizobakteria pemacu tumbuh tanaman, sehingga dapat menghemat pupuk N hingga 100%, dan pupuk P dan K dapat dihemat hingga 50%, 2) merupakan mixed microbial fertilizer asal rizosfir Indonesia. Keunggulan: Nodulin diproses dengan teknologi pengendalian mutu yang ketat sehingga menjamin keunggulan produk, dan didistribusi dengan sistim terpadu agar mutu tetap terjamin unggul di lapangan/petani.

Info lengkap hubungi : Balai Penelitian Tanah

SPLaSH (Sistem Pengelolaan Lahan sesuai Harkat)

(Reading time: 1 minute)

SPLaSh merupakan program perencanaan aplikasi teknik koneservasi tanah dan air secara tepat dan cepat sesuai kondisi biofisik lahan dan mampu memberikan rekomendasi pegelolaan sumberdaya lahan berdasarkan eksisting data lahan. Manfaat: Merancang dan mengelola suatu kawasan DAS berdasarkan erosi dan sedimentasi sehingga kerusakan lahan dapat dihindarkan dan penggunaan lahannya dapat lestari.

 

Info lebih lanjut hubungi: Balai Penelitian Tanah

Urea Berlapiskan Arang Aktif

(Reading time: 1 minute)

Arang aktif merupakan salah satu teknologi untuk mengurangi resiko pencemaran lingkungan pertanian. Selain itu arang aktif dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi pupuk nitrogen sebagai pelapis pupuk N seperti urea. Tanaman pertanian umumnya hanya memanfaatkan 30-40% pupuk N yang diberikan dan sebagian besar hilang melalui proses volatilisasi ammonia, denitrifikasi, perlindian, dan limpasan permukaan.

Arang aktif yang berasal dari limbah pertanian  digunakan untuk melapisi pupuk urea, sehingga pupuk urea tidak mudah menguap, tidak mudah meleleh bilamana kepanasan, tidak lengket bila dipegang, dan bersifat lambat urai bila diaplikasikan ke dalam tanah pertanian. Pupuk urea yang telah dilapisi arang aktif memiliki kadar air ± 10%.

Teknologi ini telah dipatenkan dengan nomor paten P00200900630 dan P00201000708 dan mendapat lisensi dari PT Nutrimas Agro Indonesia dengan perjanjian lisensi nomor perjanjian 493.1/OT.220/1.8.4/11/2012 (Balingtan) dan 19/PKS/NAI-BLGT/XI/2012 (PT Nutrimas Agro Indonesia). Beberapa instansi pemerintah terutama lingkup Badan Litbang Pertanian telah mengadopsi dan mengembangkannya untuk perbaikan pengelolaan pupuk N di lahan pertanian spesifik lokasi.

Info lengkap produk : Balai Penelitian Lingkungan Pertanian

M-Dec

(Reading time: 1 minute)

Mikroba perombak merupakan salah satu pupuk hayati yang dapat membantu mempercepat proses pengomposan bahan organik menjadi pupuk organik yang siap diberikan untuk tanaman.M-Dec: merupakan inokulan perombak bahan organik yang mengandung, Trichoderma, sp, Aspergillus sp, dan Trametes sp Manfaat: Mempercepat proses pengomposan sisa-sisa tanaman pertanian (jerami, seresah jagung), perkebunan (tandan kosong kelapa sawit, blotong), dan hortikultura (sampah sayuran), sampah perkotaan (kertas, daun sisa tanaman, potongan rumput), kotoran hewan, sehingga dapat segera menjadikannya bahan organik tanah yang berfungsi menyimpan dan melepaskan hara di sekitar tanaman. Keunggulan: Lama pengomposan dengan M-Dec 2 (dua) minggu untuk menghasilkan kompos yang sudah matang mengurangi imobilisasi hara, alelopati, penyakit, larva insek, biji gulma, volume bahan buangan, dan masalah lingkungan.

Info lengkap hubungi: Balai Penelitian Tanah