Forum Group Discussion (FGD) bertema Rasionalisasi Aplikasi Pupuk dengan Teknologi Ramah Lingkungan dan 4.0 yang diadakan oleh Tabloid Sinar Tani secara Zoom, Rabu (21/4), diikuti BBSDLP. Pada FGD tersebut, BBSDLP dengan menghadirkan 2 pembicara yaitu Kepala BBSDLP, Dr. Husnain dan peneliti senior BBSDLP, Prof. Dr. Irsal Las. FGD diikuti lebih dari 300 peserta secara online melalui Zoom dan live via Youtube. 

Husnain menjelaskan bahwa aplikasi pupuk tidak sama, tergantung berapa jumlah target produksi yang diinginkan serta apa komoditas tanamannya. Beliau juga menerangkan bahwa kondisi hara P dan K di seluruh Indonesia hingga tingkat kecamatan juga sudah dipetakan oleh Balitbangtan pada tahun 2017 dan sudah dibuat rekomendasi pemupukan per kecamatan baik pupuk tunggal dan majemuk. “Ini merupakan informasi dari kami (Balitbangtan) terkait pemupukan berimbang berdasarkan spesifik lokasi,” kata Husnain. Beliau menambahkan bahwa dengan keluarnya update peta status hara P dan K skala 1:50.000, maka peta rekomendasi pemupukan untuk komoditas Pajale tahun 2021 yang sudah dikirim ke Pemda juga perlu di-update

Salah satu Kartini dan Srikandi Riset Balitbangtan ini juga menyampaikan bahwa Teknologi Pemupukan telah banyak dihasilkan oleh Balitbangtan untuk lahan sawah, lahan kering, tanah gambut, dan sulfat masam. Teknologi terbaru, yaitu teknologi Smart Soil Sensing yang mampu mendeteksi hara pada tanah. “Alat ini dilengkapi sensor juga software yang dapat mengetahui dosis hara pada tanah juga ada rekomendasi pupuk untuk komoditas pangan dan hortikultura,” jelas Husnain.

Sementara itu, Prof. Irsal Las menyambung pemaparan yang telah dijelaskan oleh Kepala BBSDLP bahwa rekomendasi pemupukan bergerak dari yang bersifat umum menuju ke spesifik lokasi meskipun semakin spesifik maka semakin rumit perhitungannya dan analisisnya. Namun, Irsal menyatakan bahwa Balitbangtan sudah memiliki 6 modal dasar untuk menuju pemupukan yang lebih tepat yaitu pendekatan dasar dan peraturan Permentan, data peta digital yang semakin spesifik (peta skals 1:50.000), perangkat digital yang semakin canggih, sistem aplikasi ITC, teknologi dan rekomendasi per musim serta aplikasi SI-KATAM. Modal ini akan dapat membantu mengatasi permasalahan pupuk subsidi.

Narasumber lain yang dihadirkan dalam FGD ini yaitu Dr. Sarwo Edi (Dirjen PSP Kementan) yang menjelaskan masalah kebijakan pupuk dan alokasi pupuk subsidi yang hanya 37% dari kebutuhan petani serta alternatif solusinya; Ir. Supriyono MM (PT Pupuk Indonesia) yang menyampaikan program Kemitraan PT Pupuk Indonesia dan aplikasi IT yang mendukung efisiensi dan efektivitas pemupukan, Ignatius Putra Andika (PT. MSMB / Pengembang Smart Farming 4.0) yang menampilkan aplikasi rekomendasi pemupukan, serta Pujiono (Petani yang mengaplikasikan Smart Farming 4.0) yang memberi testimoni terbantunya petani dengan adanya aplikasi berbasis IT. (NC/AS/LQ)

Copyright © 2017 Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian. All Rights Reserved.
Jl. Tentara Pelajar No. 12, Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu - Bogor 16114
Telpon: 0251-8323011, 8323012 Fax: 0251-8311256 Email: sekretariatbbsdlp@yahoo.com atau bbsdlp@litbang.pertanian.go.id