Kegiatan “Bincang Asyik Kartini Balitbangtan untuk Inovasi Pertanian Indonesia” diselenggarakan secara online oleh Balitbangtan, Kamis (22/4). Kegiatan untuk dimaksudkan untuk mengangkat peran wanita dalam rangka peringatan Hari Kartini ini diikuti oleh 400 peserta dari Balitbangtan, dan luar Kementan. Dalam sambutannya, Kepala Balitbangtan Dr. Fadjry Djufry mengapresiasi narasumber dan seluruh pihak yang terlibat dalam acara ini. Lebih lanjut Fadjry menyatakan bahwa 600 inovasi yang dihasilkan oleh Balitbangtan tidak terlepas dari tangan srikandi-srikandi Balitbangtan (peneliti, penyuluh, dan fungsional lain). Dari total 1.680 peneliti Balitbangtan, sekitar 60-70% nya adalah wanita hebat atau srikandi. “Tanpa wanita yang hebat di belakangnya, suami tidak ada apa-apanya dan kurang bisa berperan, sehingga suami harus menjunjung (menghormati) wanita,” pungkas Fadjry.

Kepala BBSDLP, Dr. Husnain sebagai salah satu narasumber acara ini, menjelaskan bahwa wanita memiliki peranan dalam akademisi dibuktikan dengan keragaan dosen atau peneliti di bidang Ilmu Tanah di 15 Perguruan Tinggi di Indonesia yang didominasi oleh wanita. Untuk bidang sumberdaya lahan, peneliti wanita sekitar 53% dan teknisi 39% sehingga wanita juga ternyata mampu bersaing dalam bidang pria. Namun demikian, Husnain menggarisbawahi bahwa peneliti wanita banyak pada tahap awal (peneliti pertama dan muda), namun sedikit pada tahap lanjutan (madya dan utama). “Semangat meneliti saat awal banyak, namun karena banyak urusan (rumah tangga, suami, anak) maka sedikit wanita yang mampu mencapai jenjang peneliti madya atau peneliti utama,” ungkap Husnain.

Sekjen Himpunan Ilmu Tanah (HITI) ini juga mengungkapkan sepuluh kelebihan wanita yang membuatnya lebih baik dari pria, antara lain mampu lebih baik menjalankan bisnis, mengapresiasi seseorang, lebih tangguh menahan derita, serta hebat dalam multitasking yang tidak akan mampu diimbangi pria. Pekerjaan pria (man working) seperti survei, gali tanah, sampling pun mampu diatasi oleh wanita. Husnain juga mengapresiasi bahwa generasi milenial wanita sudah adaptif dengan kondisi sekarang (dalam bidang sumberdaya lahan). “Pada saat lomba Soil Judging Contest, banyak peserta perempuan ikut terjun ke tempat kontes (tanah) untuk mendeskripsikan tanah,” kata Husnain. Tak lupa, Beliau memberi contoh prestasi wanita seperti saat dirinya ditunjuk untuk memimpin proyek Agricultural War Room (AWR), presentasi hasil litbang di depan tamu Mentan, dan memimpin kontingen mewakili Indonesia dalam pertemuan internasional. Puncaknya, ketika Beliau mendapatkan Anugerah Karya Pangan dan Pertanian dari Mentan pada tahun ini (2021) yang membuktikan bahwa wanita juga dapat bersaing dengan pria.

Srikandi lain yang dihadirkan sebagai narasumber yaitu Dr. drh NLP Indi Dharmayanti (Kepala BB Litvet) dengan materinya terkait virologi, Dr. Ika Roostika (Peneliti senior BB Biogen) yang mengangkat tentang peran peneliti wanita dalam bioteknologi pertanian, dan srikandi milenial Dr. Prima Luna (Peneliti BB Pascapanen Pertanian) yang menjelaskan inovasi dan capaian dalam teknologi pascapanen pertanian. (NC/AS/SNS)

Copyright © 2017 Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian. All Rights Reserved.
Jl. Tentara Pelajar No. 12, Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu - Bogor 16114
Telpon: 0251-8323011, 8323012 Fax: 0251-8311256 Email: sekretariatbbsdlp@yahoo.com atau bbsdlp@litbang.pertanian.go.id