Home

Category: Info Terkini

Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) memiliki peran strategis dalam pembangunan pertanian nasional, terutama dalam mewujudkan Pertanian Maju, Mandiri dan Modern seiring perkembangan IPTEK global dalam era industri 4.0. Sehubungan dengan hal tersebut dan dalam rangka meningkatkan perannya dalam pembangunan pertanian nasional, Balitbangtan mereorientasi pendekatan, strategi dan kebijakan penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan (Litbangjirap) yang lebih inovatif dan kolaboratif, salah satunya adalah melalui Program Riset Pengembangan Inovatif dan Kolaboratif (RPIK). 

Inovasi teknologi pertanian yang telah banyak dihasilkan Balitbangtan diimplementasikan pada Program RPIK dalam rangka meningkatkan kesejahteraan petani. RPIK Lahan Kering Masam (LKM) di Desa Karangrejo, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan merupakan salah satu program dimaksud. Pada pengelolaan LKM tersebut, inovasi teknologi yang diterapkan antara lain Fosfat alam reaktif, Pola tanam zigzag, Pengendalian ulat grayak dan bulai, serta perbaikan kualitas hasil irigasi dan distribusi. 

Langkah awal dalam program RPIK tersebut adalah dengan dilaksanakannya Bimbingan Teknis (Bimtek) dengan tema "Aplikasi Fosfat Alam Reaktif dan Sistem Tanam Zigzag untuk Tanaman Jagung di Lahan Kering Masam" di Desa Karangrejo, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan pada 25-26 Juni 2021. Bimtek dibuka secara langsung oleh Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto. Dalam sambutannya, Nanang menyampaikan bahwa Beliau sangat mendukung Program RPIK Balitbangtan dan berharap melalui program tersebut, petani Indonesia akan berjaya. 

Kepala Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP), Dr. Husnain menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari RPIK Balitbangtan yang didukung oleh Direktorat Jenderal Sarana dan Prasarana Pertanian (Dirjen PSP), Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Selatan, serta Komisi IV DPR RI. 

"Melalui inovasi teknologi Balitbangtan ini, saya berharap produktivitas jagung meningkat, penggunaan pupuk dan tenaga kerja lebih efisien, dan dapat meningkatkan daya saing petani dalam pemasaran hasil, sehingga meningkatkan kesejahteraan petani. " ujar Husnain.

Sementara itu, Penanggungjawab kegiatan RPIK LKM, Dr. Neneng Laela Nurida, menambahkan bahwa Teknologi ini sangat cocok diterapkan di LKM, dan sudah teruji di berbagai lokasi.

Materi yang dipaparkan dalam kegiatan Bimtek tersebut, yaitu (1) Teknologi Rekapitalisasi Fosfat Alam di Lahan Kering Masam dengan Sistem Tanam Zigzag pada Budidaya Jagung (Narasumber: Ir. A. Kasno, MSi dan Dr. Adha Fatmah Siregar) dan (2) Praktik Lapangan Pelaksanaan Aplikasi Teknologi Rekapitalisasi Fosfat Alam di Lahan kering Masam dengan Sistem Tanam Zig-zag pada Budidaya Jagung (Narasumber: Eko Suprapto).

Selain kegiatan Bimtek, pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan peletakan batu untuk pembangunan Long Storage yang dilakukan secara simbolis oleh Bupati Lampung Selatan, Kepala BBSDLP, Tenaga Ahli Komisi IV DPR RI, dan Anggota Komisi II DPRD Lampung Selatan. (LQ/AFS/AS)