WhatsApp Image 2021 08 18 at 3.12.08 PMBBSDLP melanjutkan sesi Bimbingan Teknis (Bimtek) Sumberdaya Lahan Pertanian dengan topik “Pengelolaan Air di Lahan Rawa Pasang Surut untuk Budidaya Padi”, Rabu (18/8) secara online. Pada Bimtek sesi 2 ini, BBSDLP menghadirkan narasumber Dr. Khairil Anwar, M.S. yang merupakan Peneliti Ahli Utama Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (Balittra). Dimoderatori oleh Prof. Masganti, acara ini dibuka oleh Koordinator Bidang KSPHP, BBSDLP, Dr. Asmarhansyah dan dihadiri sekitar 400 orang yang berasal dari berbagai instansi pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi,  stakeholder swasta, petani, dan penyuluh.

Asmarhansyah dalam sambutannya mewakili Kepala BBSDLP mengatakan bahwa Bimtek secara online efektif dilakukan sebagai media diseminasi informasi hasil penelitian. Beliau juga menerangkan bahwa tata air sangat berperan dalam budidaya pasang surut, sehingga diharapkan Bimtek ini mampu memberikan informasi terbaru tentang pengelolaannya. “Semoga Bapak dan Ibu dapat menyimak dengan baik dan berdiskusi langsung kepada pakarnya tentang budidaya di lahan pasang surut,” harap Asmarhansyah.

Narasumber Bimtek, Dr. Khairil Anwar yang menamatkan pendidikan S3 di IPB tahun 2006 ini menerangkan pentingnya pengelolaan air pada lahan rawa.  Pengelolaan yang baik mampu meminimalkan penurunan kualitas tanah sekaligus meningkatkan produktivitas dan indeks pertanaman (IP) padi, sehingga mampu mendukung program pemerintah dalam pengembangan lahan rawa yang berkelanjutan. Lebih lanjut, Beliau juga menitikberatkan pentingnya tanggul untuk mengendalikan tinggi air serta pintu air untuk memperlancar aliran air untuk mencegah keracunan besi dan aluminium.

Bimtek ini sangat menarik atensi peserta dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada narasumber baik melalui tautan yang sudah disediakan oleh panitia maupun pertanyaan langsung pada sesi diskusi interaktif. Sebagian besar bertanya terkait pengelolaan lahan rawa untuk meningkatkan produktivitas komoditas utama padi dan cara untuk meminimalkan pengaruh cekaman. “Pengelolaan air (lahan rawa) tidak bisa berdiri sendiri, tetapi harus dikombinasikan dengan komponen lain seperti penggunaan komoditas yang sesuai, serta memperhatikan kondisi lingkungan seperti curah hujan, suhu, dan infrastruktur” pungkas Prof. Masganti selaku moderator menyimpulkan paparan narasumber. (NC/AS)

bitcoin casino crypto casino crypto gambling crash betting game crash gambling game bitcoin gambling