WhatsApp Image 2021 08 30 at 2.37.28 PMTanam perdana Kopi Robusta dan Rumput Biograss Agrinak menandai resminya Kegiatan Pengembangan Pertanian Adaptif Berbasis Inovasi Pada Agroekosistem Lahan Kering Iklim Kering (PETANI LKIK) di Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), tepatnya di Desa Senayan, Senin (30/8). PETANI LKIK merupakan bagian program Riset Pengembangan Inovatif Kolaboratif (RPIK) Balitbangtan pada fase Program Penelitian Unggulan (PPU) Tahap 2 yang menyasar agroekosistem lahan kering iklim kering di NTB selain lahan kering dataran tinggi di Sumatera Barat dan lahan kering masam di Lampung.

Dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19, acara yang dibuka oleh Bupati Sumbawa Barat Dr. Musyawirin, MM dan anggota Komisi IV DPR-RI Muhammad Syafrudin, ST, MM ini dihadiri oleh pemangku kepentingan setempat seperti perwakilan dari DPRD Kabupaten Sumbawa Barat, Kodim 1628 Sumbawa Barat, Polres Kabupaten Sumbawa Barat, Dinas Pertanian dan Perkebunan, Camat serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Sumbawa Barat. Dari pihak Balitbangtan, hadir pejabat dari lingkungan Puslitbangtan, Puslitbangbun, BBSDLP, BB Biogen, BB Pengkajian, dan BPTP NTB. Kegiatan ini juga mengundang 65 petani kooperator yang tergabung dalam lima kelompok tani.

Kepala BBSDLP, Dr. Husnain, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala BB Biogen, Mastur, Ph.D mengatakan bahwa sejak April 2021, BBSDLP telah melakukan survei yang meliputi sumberdaya lahan, kesuburan tanah, penyusunan rekomendasi pemupukan, analisis sosial ekonomi, dan kelembagaan serta eksplorasi sumberdaya air. Oleh karena itu, PETANI KLIK ini akan sarat dengan fasilitas pendukung dalam budidaya jagung sebagai komoditas utama. “Nanti akan dibentuk Demfarm seluas 100 ha secara bertahap yang dilengkapi dengan teknologi modern terutama untuk penyediaan air dan juga budidaya jagung sebagai komoditas utama di sini,” ujar Mastur membacakan sambutan Kepala BBSDLP. Dengan desain jaringan irigasi dan jaringan pipa yang disalurkan ke sumur yang ada, diharapkan menjadi titik ungkit yang dapat mendongkrak produksi jagung di Kabupaten Sumbawa Besar. Selain itu, pada Demfarm tersebut juga disiapkan teknologi konservasi tanah untuk komoditas kopi, mete, rumput Biograss Agrinak, dan penanganan pasca panen jagung hingga pengembangan kelembagaan petani. “Semoga ini (PETANI LKIK) mampu mendorong dan menjadi show window pertanian modern bagi Sumbawa Barat, memajukan pertanian di NTB, serta meningkatkan pendapatan petani” pungkas Husnain.

Komitmen Balitbangtan terutama BBSDLP untuk mendukung petani juga diwujudkan dengan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pertanian Adaptif Lahan Kering Iklim Kering dengan menghadirkan empat orang narasumber. Sesi pertama Bimtek dengan topik Pengembangan Kelembagaan dan Korporasi Pertanian dengan narasumber Prof. Dr Rubiyo dari BB Pengkajian dan dilanjutkan dengan topik Penanganan Pasca Panen Jagung Berkualitas (Dr. Mulyana Hadipernata – BB Pascapanen). Selanjutnya pada sesi terakhir, dua narasumber dari lingkup BBSDLP dihadirkan dengan topik Teknologi Konservasi Air Mencegah Degradasi Lahan (Dr. Maswar – Balittanah), dan Pupuk Organik dan Pengomposan (Ir. Joko Purnomo, MS – Balittanah). (NC/WA)

bitcoin casino crypto casino crypto gambling crash betting game crash gambling game bitcoin gambling