WhatsApp Image 2021 09 01 at 11.15.40 AM 1Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) kembali selenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) online, pada 1 September 2021. Judul yang diangkat “Memahami Dampak Perubahan Iklim dan Wilayah Kunci Keragaman Iklim Indonesia Mendukung Adaptasi di Sektor Pertanian”, dengan pemateri Dr. Ir. Woro Estiningtyas, M.Si dan dipandu oleh Dr. Ir. Aris Pramudia, M.Si sebagai moderator. Bimtek tersebut disimak dengan lancar dan jelas oleh 400 lebih peserta yang hadir.

Acara dibuka dengan arahan dari Kepala BBSDLP, yang disampaikan oleh Koordinator Substansi Kerjasama dan Pendayagunaan Hasil Penelitian, Dr. Asmarhansyah. “Masalah perubahan iklim ini sangat menarik, karena sangat terasa dampaknya di sektor petanian. Tidak hanya terjadinya fenomena banjir dan kekeringan, namun juga serangan OPT. Hal tersebut tentu sangat mempengaruhi produktivitas dan produksi tanaman baik dari segi kualitas maupun kuantitas.” ujar Beliau.

Pentingnya iklim dan pemantauannya bagi sektor pertanian, disampaikan oleh Narasumber, Dr. Ir. Woro Estiningtyas, M.Si. “Perubahan iklim dapat meningkatkan potensi penurunan produksi di sektor pertanian. Selain karena lahan yang terkena banjir dan kekeringan, pertanaman dapat terkena serangan OPT, mengingat populasi OPT sangat dipengaruhi oleh lingkungan. Produksi ternak juga dapat menurun karena rendahnya pakan ternak atau air yang diberikan.” terang Beliau.

SS bimtek minLebih lanjut Beliau sampaikan bahwa karena wilayah Indonesia yang sangat luas, terdapat kesulitan untuk mengamati semua daerah secara detail, sehingga dibuatlah Wilayah Kunci Keragaman Iklim di Indonesia. Dengan penentuan berdasarkan korelasi dan signifikansi antara curah hujan dengan indeks ENSO.

“Hasil kajian data Bappenas (2019) menunjukkan bahwa pada tahun 2023, perubahan iklim dapat menimbulkan kerugian ekonomi yang signifikan. Karena itu penting untuk melakukan pemantauan kondisi iklim.” lanjut Peneliti Madya Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi ini.

Beliau juga menyampaikan bahwa pertanian sangat rentan terhadap perubahan iklim, hal ini tercermin dari banyaknya teknologi adaptasi yang dihasilkan oleh sektor ini dibandingkan dengan sektor lainnya. Berbagai teknologi adaptasi dibuat dengan tujuan untuk mengurangi risiko yang ditimbulkan dari perubahan iklim.

Diharapkan berbagai teknologi adaptasi yang ada seperti teknologi hemat air, irigasi, panen air, asuransi dan berbagai sistem informasi (KATAM, Prediksi Iklim, SIRAMI KEBUNKU), dapat mengurangi risiko dari perubahan iklim terhadap produktivitas tanaman. (MM/AS/WA)

bitcoin casino crypto casino crypto gambling crash betting game crash gambling game bitcoin gambling