berita070921Keterbatasan lahan produktif menyebabkan ekstensifikasi pertanian mengarah pada lahan-lahan marjinal. Lahan gambut merupakan salah satu jenis lahan marjinal yang dipilih, terutama oleh perkebunan besar, karena relatif lebih jarang penduduknya sehingga kemungkinan konflik tata guna lahan relatif kecil. Sebab itu, Penyuluh dan Petani diajak untuk memanfaatkan lahan tersebut karena memiliki potensi dalam meningkatkan produktivitas pertanian.

Hal ini disampaikan dalam Mentan Sapa Petani dan Penyuluh (MSPP) Volume 31, Jumat (03/09/2021). Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan lahan rawa yang tersebar Indonesia sebagian besar mempunyai pontensi untuk pengembangan komoditas pertanian.

"Lahan rawa Indonesia luas, sebagian besar potensi untuk lahan pertanian, namun harus hati-hati harus dicari komoditas yang cocok untuk di lahan rawa", ujar Mentan.

Diketahui Indonesia memiliki lahan gambut terluas di antara negara tropis, yaitu sekitar 21 juta ha, yang tersebar di Sumatera, Kalimantan dan Papua). Namun karena variabilitas lahan ini sangat tinggi, baik dari segi ketebalan gambut, kematangan maupun kesuburannya, tidak semua lahan gambut layak untuk dijadikan areal pertanian. Dari 18,3 juta ha lahan gambut di pulau-pulau utama Indonesia, hanya sekitar 6 juta ha yang layak untuk pertanian.

Sementara secara virtual, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi menjelaskan bahwa gambut merupakan termasuk lahan yang potensial, terutama yang ada di Sumatera, Kalimantan dan Papua.

“Lahan tersebut harus dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas. Indonesia memiliki banyak tanah gambut, maka harus dikelola dengan baik agar dapat menghasilkan produksi pertanian yang maksimal. Selain itu Penyuluh pertanian dan Petani Millenial harus tau bagaimana mengelola lahan gambut yang bijak, karena kalau sampai salah bukannya menguntungkan tapi malah merugikan” terang Dedi.

Secara tegas Dedi mengingatkan kembali bahwa tugas kita semua adalah meningkatkan produktivitas dan potensi wilayah pertanian. “Ciri dari keberhasilan pembangunan pertanian yaitu ada di peningkatan produksi karena pertanian adalah andalan dari perekonomian nasional terutama pada saat adanya wabah Covid19”, tambahnya.

Sedangkan Narasumber MSPP Masgati Peneliti Utama Balai Pertanian Lahan Rawa dengan rinci menjelaskan bahwa tanah gambut adalah bahan organik yang tertimbun secara alami, memiliki kondisi basah berlebihan, tidak mampat dan terbentuk dalam kondisi masam.

“Selain itu gambut juga memiliki ketebalan diatas 50 cm. Tanah gambut memiliki lebih dari 30% bahan organik dan fraksi mineral mengandung 60% lempung dan faktor yang mempengaruhi pembentukan gambut yaitu sumber dan neraca air, kandungan mineral dalam air serta iklim yang meliputi curah hujan, suhu dan kelembaban”, ujar Masgati.

Menurutnya, pengelolaan kesuburan lahan gambut harus dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan serta mengurangi kerusakan lingkungan. “Lahan gambut adalah potensi pertanian masa depan, namun bisa mengalami perubahan dikarenakan pengelolaan yang tidak berimbang. Kecepatan pembentukan gambut adalah 0,1 mm per tahun, maka perlu waktu yang lama untuk memulihkannya” katanya.[TIM]




Sumber Artikel :

https://akurat.co/kementan-dorong-petani-dan-penyuluh-manfaatkan-potensi-lahan-gambut-tingkatkan-produktivitas (Erizky Bagus)

bitcoin casino crypto casino crypto gambling crash betting game crash gambling game bitcoin gambling