bimtek 6Sebanyak 280 peserta mengikuti Bimtek Sumberdaya Lahan secara online, Rabu, (22/9). Peserta mulai dari peneliti, penyuluh, akademisi, dan petani yang berafiliasi dengan Balit, BPTP, Universitas, BPP, Dinas Pertanian dan Gapoktan tersebut mendapatkan materi dengan topik “Pemanfaatan Remote Sensing di Sektor Pertanian” yang disampaikan oleh narasumber Peneliti BBSDLP, Dr. Ir. Rizatus Shofiyati, M.Sc. Koordinator KSPHP, Dr. Asmarhansyah dalam sambutannya mengatakan bahwa remote sensing digunakan dalam bidang pertanian, salah satu produknya yaitu SISCrop yang memanfaatkan radar Sentinel 1. “Manfaat dan penggunaan remote sensing akan kita ketahui pada Bimtek ini yaitu untuk rekomendasi pengelolaan lahan pertanian. Semoga Bapak/Ibu mendapatkan pengetahuan baru terkait remote sensing di bidang pertanian,” harap Asmarhansyah.

Remote sensing merupakan proses untuk merasakan, mengamati, dan menganalisis obyek dari jarak jauh tanpa menyentuhnya. Prinsip dari remote sensing yaitu memanfaatkan energi matahari yang dipantulkan permukaan obyek (bumi) dan diterima oleh sensor (satelit) dan informasi tersebut yang akan diterima oleh stasiun penerima di bumi dan diinterpretasikan oleh alat menjadi suatu infomasi. Dr. Rizatus yang bisa dipanggil Sasa juga menjelaskan bahwa di sektor pertanian, remote sensing dimanfaatkan untuk pengelolaan dan monitoring lahan secara efektif dan efisien sehingga didapatkan data /informasi spasial yang mampu mereduksi waktu dan sumberdaya yang diperlukan untuk mengamati area yang luas. “Tetapi sayangnya Indonesia belum memiliki remote sensing (satelit) sendiri. LAPAN punya (satelit LAPAN A3) namun masih eksperimental dan yang operasional kita masih menggunakan satelit dari luar negeri”, ujar Sasa.

Di Indonesia, pemanfaatan remote sensing atau penginderaan jauh (inderaja) untuk pertanian dimulai pada tahun 1997, yang sebelumnya dari tahun 1970-an masih non digital dan setelah 2004 sudah semuanya (full) memanfaatkan inderaja. Pemanfaatan tersebut juga memerlukan kerjasama dari berbagai pakar komoditas tanaman serta pakar lain untuk mendapatkan interpretasi data yang optimal. Begitupun dengan banyaknya sofware maupun hardware remote sensing yang gratis maupun berbayar. Namun, perkembangan remote sensing saat ini pun sudah berbasis cloud dan mungkin ke depannya software/hardware yang ada akan ditinggalkan juga. Salah satu software yang banyak digunakan untuk pengembangan remote sensing terkini yaitu Google Engine.

Mengakhiri materi dan diskusi, moderator Bimtek Dr. Setyono Hari Adi, peneliti Balitklimat yang banyak terlibat dalam pengembangan sistem informasi menggunakan remote sensing, mengungkapkan manfaat remote sensing untuk pemerintah daerah. “Teknologi remote sensing yang lagi tren saat ini sangat berguna untuk pengembangan wilayah di daerah sehingga lebih fokus serta cepat,” pungkas peneliti yang populer dipanggil Ahid ini. (NC/MM)

bitcoin casino crypto casino crypto gambling crash betting game crash gambling game bitcoin gambling