WhatsApp Image 2021 12 08 at 11.07.59 AMBogor – Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) selenggarakan “Talkshow: "Peluang Pengembangan Pertanian Modern sebagai Sumber Pangan Masa Depan" sebagai puncak acara perayaan Hari Tanah Sedunia (World Soil Day) 2021 (8/12). Dihadiri langsung oleh Kepala BBSDLP, Kepala Balai Penelitian Tanah, Kepala Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa, Kepala Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi, Kepala Balai Penelitian Lingkungan Pertanian, Ketua Umum HITI, Dr. Ir. Sudarsono, Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Bumbu, dan undangan lainnya. Sementara itu, hadir secara online  170 peserta yang berasal dari berbagai kalangan dan instansi. Menyambut acara, Kepala BBSDLP berterimakasih atas kehadiran dan terlaksananya perayaan Hari Tanah Sedunia 2021.

Menghadirkan pembicara yang ahli di bidangnya, narasumber Talkshow ini diantaranya adalah Dr. Setiari Marwanto (Tim Pertanian Modern 4.0 BBSDLP), Rusli Abdullah (Peneliti INDEF), Dr. Nur Uddin (Dosen Sistem Informatika, Universitas Pembangunan Jaya), dan Wirawan Hartawan (Owner PT. Hidrofarm Indonesia), serta dipandu dengan menyenangkan oleh Esti Ernawati, M.Pd.

“Tantangan sektor pertanian terus bertambah, seperti degradasi lahan dan perubahan iklim. Sektor pertanian juga harus bisa beradaptasi untuk bertahan dan meningkatkan produktivitas tanaman baik kualitas maupun kuantitas. Salah satunya adalah dengan modernisasi pertanian.” Setiari menjelaskan.

Mendukung hal tersebut, Rusli Abdulillah menambahkan faktor yang mempengaruhi urgensi diterapkannya modernisasi pertanian, diantaranya seperti sumberdaya yang terbatas dan perubahan perilaku konsumen di masa pandemic Covid-19 yang lebih memilih virtual dan berbelanja online. “Sektor pertanian harus mampu mengimbangi pola permintaan yang berubah dengan cepat.” Ujarnya.

Nur Uddin, sebagai ahli sistem informatika, berkesempatan memaparkan teknologi-teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk modernisasi pertanian, seperti Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelegence (AI). “Banyak kelebihan yang bisa didapat dari penerapan IoT dan AI ini, diantaranya adalah dapat mengumpulkan dan mengakses data dari mana saja, real time measurement, advance monitoring dan lainnya.” jelasnya.

Di sisi lain, Wirawan Hartawan menceritakan pengalaman karir dan alasannya ‘banting setir’ dari industri musik ke sektor pertanian dan berpesan untuk percaya diri bahwa teknologi dapat meningkatkan produktivitas pertanian, mengingat marketnya masih luas.

“Saya sudah merasakan dampak positif dari mengonsumsi sayur dan buah yang sehat, karena itu saya jatuh hati ke pertanian. Hidrofarm Indonesia bisa memanen sayur sebanyak 17 kali dan melon 12 kali dalam setahun, karena dengan teknologi pertanian presisi yang diterapkan, gizi dan nutrisi dapat terus terpenuhi.” Ujarnya.

WhatsApp Image 2021 12 08 at 2.00.30 PM 1Menutup sesi Talkshow, Esti menyimpulkan urgensi modernisasi pertanian dengan penerapan teknologi terkini termasuk tinggi. Selain itu, Esti mengingatkan bahwa pangan ini urusan kita, jika berhenti belajar maka kita akan berhenti berkembang.

Selain Talkshow, pada kesempatan ini dilakukan pula penandatanganan perjanjian kerjasama antara BBSDLP dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, pengumuman pemenang Online Soil Judging Contest (SJC), pemenang perlombaan World Soil Day lain, dan penganugrahan Lifetime HITI Awards kepada insan ilmuwan tanah, Prof Dr Sudarsono dan Prof Dr Nurhajati Hakim. (MM/AS/WA)

bitcoin casino crypto casino crypto gambling crash betting game crash gambling game bitcoin gambling