Info Terkini

WhatsApp Image 2021 06 24 at 10.07.07 AMBogor - Balai Besar Litbang Sumber Daya Lahan Pertanian (BBSDLP) melaksanakan penandatanganan Komitmen Bersama Pelaksanaan Keterbukaan Informasi Publik pada hari Kamis, 24 Juni 2021, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo menyebutkan pentingnya keterbukaan informasi publik. "Publik berhak mendapatkan informasi dari instansi pemerintahan. Oleh karena itu, kita menekankan agar seluruh jajaran Kementan menjalankan komitmen keterbukaan informasi publik,"

Berpedoman pada UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, BBSDLP di bawah Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian, berupaya untuk terus meningkatkan pelayanan informasi publik yang cepat, mudah dan transparan.

“Masyarakat berhak untuk mengetahui informasi-informasi yang ada di badan publik. Sudah menjadi tanggung jawab setiap instansi pemerintah. Karena itu, BBSDLP berkomitmen untuk terus melaksanakan keterbukaan informasi publik”, ujar Dr.Husnain, Kepala BBSDLP.

Ketersediaan informasi publik di lingkungan BBSDLP terus dipenuhi, baik informasi berkala , informasi setiap saat, sarana dan prasarana pendukung, SDM yang kompeten serta pengelolaan dan pelayanan informasi publik.

Penandatanganan Komitmen Informasi Publik dihadiri oleh Kepala BBSDLP, Koordinator Kerjasama dan Pendayagunaan Hasil Penelitian, Subkoordinator Pendayagunaan Hasil Penelitian, SubKoordinator Program, Subkoordinator Evaluasi, SubKoordinator Bagian Kepegawaian dan Rumah Tangga, Ketua Kelompok Peneliti Pemetaan dan Evaluasi Sumber Daya Lahan dan Pengembangan Wilayah, Ketua Kelompok Peneliti Sintesis Kebijakan, serta perwakilan tim PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi).

Dengan ditandatanganinya  Komitmen Bersama, diharapkan seluruh Aparatur  Sipil Negara (ASN) BBSDLP dapat bekerjasama untuk mendukung Keterbukaan Informasi Publik dan Pelayanan Publik di lingkungan BBSDLP demi tercapainya kepuasan masyarakat yang optimal. (MM)

Bertempat di Desa Sokopuluhan, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, Bupati Haryanto, S.H., M.M., M.Si. bersama Kepala Badan Litbang Pertanian Dr. Fadjry Djufry, Kepala BBSDLP Dr. Husnain, Kepala BB Padi Dr. Yudi Sastro dan Kepala Balingtan Ir. Mas Teddy Sutriadi M.Si melakukan Panen Bersama Kegiatan Pengembangan Padi Lahan Sawah Tadah Hujan Ramah Lingkungan (17/6). Turut hadir pada acara tersebut adalah Kepala Polbangtan Yogyakarta-Magelang, Kepala Dinas Pertanian Pati, Perwakilan Komisi B DPRD Pati, Peneliti, Penyuluh, Petani, dan undangan lainnya.

Husnain dalam sambutannya menyampaikan bahwa partisipasi dan dukungan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) diwujudkan dengan mengintroduksikan komponen teknologi adaptif spesifik lokasi. Pendekatan yang dilakukan adalah melalui Panca Kelola Ramah Lingkungan (RAMLI) sebagai upaya peningkatan produktivitas padi sawah tadah hujan. 

Berdasarkan hasil ubinan yang dilakukan bersama BPS Pati diperoleh hasil Inpari 38 dan Inpari 41 masing-masing sebesar 6,71 dan 6,89 ton/ha GKP. Kegiatan Demfarm tersbut dilakukan dengan menggunakan air yang berasal dari embung dan sumur air dalam yang dintroduksikan oleh Balitbangtan. Pengairan melalui sumur air dalam tersebut sangat membantu petani dalam mengatasi kesulitan ketersediaan air dalam usahatani padi sawah tadah hujan selama ini.

Sementara itu, Fadjry Djufry menyampaikan bahwa Balitbangtan sangat berkomitmen dalam penyediaan inovasi teknologi pertanian untuk seluruh wilayah Indonesia. Balitbangtan memiliki inivasi teknologi pertanian dari hulu sampai hilir. Beliau juga menawarkan agar para petani melakukan studi ke BB Padi untuk mempelajari berbagai inovasi teknologi budidaya padi.

Bupati Pati Haryanto menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan demfarm di lahan sawah tadah hujan yang diselenggarakan Balitbangtan. Beliau juga sangat berterima kasih atas introduksi inovasi teknologi pertanian, mulai dari varietas, pengairan, dan pemupukan lahan sawah tadah hujan. Lebih lanjut, Beliau sangat berharap di situasi pandemik covid ini agar semua komponen terus berkarya, apalagi sektor pertanian adalah sektor tidak terdampak pandemic covid.

Pada sesi temu wicara dengan petani dan penyuluh, salah seorang petani, Abdul Kholik, menyambut baik adanya kegiatan demfarm dan berharap agar diberi solusi terkait ketersediaan benih padi untuk lahan sawah tadah hujan. Sri Sugiarti, Penyuluh Pertanian setempat, berharap adanya kegiatan peningkatan kompetensi bagi penyuluh dan petani.

Setelah acara Panen Bersama selesai dilanjutkan Ekspo Teknologi Pertanian Ramah Lingkungan di Balai Penelitian Lingkungan Pertanian. Pada kegiatan Ekspo tersebut para peserta melakukan Kunjungan Lapang di TSP/KP, Laboratorium Terpadu, Bio Industri Berkelanjutan, Sistem Integrasi Tanaman Ternak, dan Laboratorium Gas Rumah Kaca. (AS/LQ) 

afaci4Para peneliti muda sumberdaya lahan pertanian idealnya memiliki kompetensi teoritis dan praktis di lapangan. Demikian disampaikan Kepala Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP), Dr. Husnain, pada training Capacity Building to Support the Development of Soil Atlas of Asia and National Soil Information System di Bogor, Rabu (9/6), pagi.

Menurut Husnain, institusi Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian merupakan satu-satunya rujukan resmi data dan informasi lahan di Indonesia yang menjadi informasi dasar untuk berbagai kebijakan. "Kita harus mengambil data dan mengolah informasi dengan benar karena akan digunakan oleh para pengambil kebijakan. Kita juga harus menjaga integritas dalam setiap proses tersebut," kata Husnain.

Pelatihan formal bagi para peneliti dan teknisi muda ini berguna untuk transfer ilmu pengetahuan. "Banyak peneliti dan teknisi senior saat ini sudah memasuki masa pensiun," kata Husnain.

Selama ini proses transfer pengetahuan dilakukan secara informal dari peneliti dan teknisi senior pada para juniornya saat pengolahan data maupun saat survei di lapangan. "Kini kita formalkan kembali untuk regenerasi dan standarisasi peneliti dan teknisi," kata Husnain.

afaci3Menurut Husnain, saat ini pelatihan baru dilaksanakan untuk para peneliti dan teknisi yang berada di lingkup BBDDLP, tetapi nanti akan diperluas bagi para peneliti dan teknisi tanah muda yang tersebar di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP). "Dengan tujuan jangka panjang tersebut, maka tidak menutup kemungkinan peserta saat ini menjadi narasumber pada pelatihan nanti," kata Husnain.

Pelatihan selama 2 hari yang digelar oleh BBSDLP ini disponsori oleh Asian Food and Agriculture Cooperation Initiative, Republic of Korea. Narasumber pelatihan adalah 3 peneliti senior dari BBSDLP yaitu Prof. Dr. Sukarman, Dr. Markus Anda, dan Dr. Edi Yatno. Sementara peserta pelatihan berjumlah 36 orang.

Pelatihan ini juga diperkaya dengan praktik langsung ke lapangan di Cimanggu, Bogor dan ke kaki Gunung Salak yaitu di Ciapus, Bogor. Peserta juga mengunjungi Museum Tanah di Bogor. (DC)*

110621 REPORTASE KAB BIMAKABUPATEN BIMA Rangkaian bimbingan teknis (bimtek) untuk para petani diselenggarakan di 3 kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Barat yakni Kabupaten Dompu, Bima dan Kota Bima.

Bertempat di Aula Ex BP4K Kabupaten Bima telah dilaksanakan “Bimtek Peningkatan Kapasitas Petani Milenial” (10/6/2021). Bimtek ini bertujuan untuk meningkatan keterampilan dan pengetahuan para petani milenial khususnya petani yang ada di Kabupaten Bima.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian melalui Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) telah dan terus melaksanakan berbagai Bimtek dalam rangka mendukung program Kementerian Pertanian dalam peningkatan kemampuan para petani dalam menjalankan usaha taninya.

Bimtek dibuka oleh anggota Komisi IV DPR RI, H. Muhammad Syafrudin, S.T., M.M. Dalam pembukaannya, Syafrudin menegaskan pelaksanaan Bimtek hendaknya dapat dilaksanakan secara rutin.

Syafrudin mengungkapkan telah menyampaikan kepada pemerintah agar petani-petani yang dalam usahataninya terkena bencana seperti banjir, agar mendapatkan keringanan pengembalian kredit.

Sementara itu Kepala BBSDLP yang diwakili oleh Kepala Balai Penelitian Tanah, Dr. Ladiyani Retno Widowati, MSc., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Badan Litbang bertugas menyampaikan inovasi dan teknologi pertanian kepada para petani yang ada di berbagai daerah, khususnya kabupaten Bima.

Ladiyani yang akrab dipanggil Neno menegaskan Badan Litbang Pertanian akan terus memberikan dukungan dan pengabdian dalam pelaksanaan bimtek bagi petani baik yang telah maupun yang akan dilaksanakan di berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Dalam bimtek ini Neno juga sebagai narasumber yang menyampaikan materi dengan judul “Bertani Sukses dengan Pemupukan Berimbang”.

Dalam paparannya Neno menjelaskan, pemupukan berimbang adalah pemberian pemupukan ke dalam tanah untuk mencapai status semua hara esensial seimbang sesuai kebutuhan tanaman dan optimum untuk meningkatkan produksi dan mutu hasil, meningkatkan efisiensi pemupukan, kesuburan dan menghindari pencemaran lingkungan.

Neno juga menjelaskan bagaimana melakukan pemupukan berimbang, dan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan pemupukan berimbang.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bima, Ir. Indra Jaya, dalam sambutannya menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan ini.  Indra menekankan pentingnya peran PPL.

“Dalam pembinaan petani, PPL menjadi ujung tombak dalam kemajuan pembangunan pertanian, karena PPL-lah yang berhubungan langsung dengan para petani,” ujarnya.

Indra juga menegaskan bahwa petani wajib masuk dalam kelompok tani, dan setiap kelompok tani harus tergabung dalam Gapoktan dan terdaftar di Simluhtan. Hal tersebut dilakukan agar memudahkan petani mendapatkan bantuan dari pemerintah, antara lain pupuk bersubsidi.

Indra berharap kepada peserta, agar menjadi petani dan PPL yang merupakan perpanjangan tangan dan informasi terhadap petani-petani lain yang tidak berkesempatan hadir dalam forum ini.

Materi lainnya yang juga disampaikan dalam bimtek tersebut adalah Hama Penyakit Tanaman (HPT) Padi yang disampaikan oleh Yurista Sulistyawati, S.P, peneliti BPTP Provinsi Nusa Tenggara Barat.  Dalam paparannya Yuris secara rinci menjelaskan apa saja HPT padi yang seringkali dijumpai di lapangan khususnya di NTB, gejala akibat serangan, serta bagaimana cara mencegah dan mengatasi hama dan penyakit tersebut bila terjadi serangan.

Anwar, petani milenial asal Desa Nipa, Kecamatan Ambalawi menyatakan senang mengikuti bimtek tersebut. Menurutnya, melalui bimtek seperti ini  petani bisa menambah berbagai pengetahuan tentang cara-cara bertani modern. Anwar yakin ilmu yang diperoleh dapat diterapkan oleh para petani di Kabupaten Bima.

Bimbingan teknis ini dihadiri 50 petani dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bima.  Staf Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bima, dan dua orang peneliti BPTP NTB . (SB/WA/LQ).

DOdompu2MPU - Upaya pemerintah, khususnya Kementerian Pertanian dalam  meningkatan keterampilan dan pengetahuan para petani milenial telah dilakukan dengan sungguh-sungguh, antara lain melalui pelaksanaan berbagai pelatihan dan bimbingan teknis (Bimtek).

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian melalui Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) telah dan terus melaksanakan berbagai Bimtek dalam rangka mendukung peningkatan kemampuan para petani. Salah satunya adalah Bimtek Peningkatan Kapasitas Petani Milenial yang dilaksanakan di Aula Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, NTB (9/6/2021).

Bimtek dibuka secara langsung oleh anggota Komisi IV DPR RI, H. Muhammad Syafrudin, S.T., M.M. dan dihadiri 50 petani dan Penuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Dompu.  Syafrudin memotivasi petani dan menekankan agar kegiatan ini dapat diikuti dengan maksimal oleh semua perserta, agar mendapatkan nilai tambah yang positif.

dompuPada kesempatan tersebut Kepala BBSDLP yang diwakili oleh Kepala Balai Penelitian Tanah, Dr. Ladiyani Retno Widowati, MSc., menyampaikan pentingnya Bimtek untuk  peningkatan kapasitas para petani, khusus petani milenial. Retno menegaskan Badan Litbang Pertanian memberikan dukungan penuh dalam pelaksanaan bimtek bagi petani yang telah dilaksankan di berbagai daerah di seluruh Indonesia.

 

Retno yang juga bertindak sebagai narasumber pada acara tersebut menyampaikan materi dengan judul “Bertani Sukses dengan Pemupukan Berimbang”. Dalam paparannya Retno menguraikan pengertian pemupukan berimbang, bagaimana melakukan pemupukan berimbang, dan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan peningkatan produksi pertanian.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu , Ilham, SP. , dalam sambutannya menegaskan bahwa acara Bimtek ini  sangat bermanfaat bagi petani. Ilham menyambut baik pelaksanaan Bimtek ini dan berpesanagar para petani dan PPL dapat mengikuti acara Bimtek dengan sungguh-sungguh.

Lebih lanjut Ilham menyatakan di Kabupaten Dompu sektor pertanian menjadi tulang punggung pangan selama masa Pandemi Covid-19. Petani di Kabupaten Dompu saat ini melakukan usaha tani komoditas padi, jagung, porang, sapi, dan ikan. Sedangkan komoditas perkebunan yang diusahakan adalah kopi. Dompu memiliki luas lahan sawah sebesar 26.000 ha, dengan sistem tanam 2 kali padi 2 kali sawah dalam setahun. Lahan-lahan kering di kabupaten Dompu umumnya diusahakan untuk komoditas jagung.

Materi lainnya yang juga disampaikan dalam bimtek tersebut adalah Hama Penyakit Tanaman (HPT) Padi yang disampaikan oleh Yurista, S.P, salah satu peneliti BPTP Provinsi Nusa Tenggara Barat.  Yurista secara rinci menjelaskan apa saja HPT padi yang seringkali dijumpai di lapangan khususnya di NTB, serta bagaimana cara mencegah dan mengatasi hama tersebut bila terjadi serangan. (SB/WA/LQ).

bitcoin casino crypto casino crypto gambling crash betting game crash gambling game bitcoin gambling