Info Terkini

berita040621Jakarta – Kementerian Pertanian terus mendorong penggunaan pupuk berimbang bagi petani. Konsep pemupukan secara efektif, berimbang, dan efisien ini bisa meningkatkan produksi pertanian secara optimal. Beberapa petani milenial pun telah beralih ke penerapan pemupukan tersebut.

Kepala Balai Penelitian Tanah (Balittanah) Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Dr. Ir. Ladiyani Retno Widowati, M.Sc mengungkapkan bahwa pemupukan berimbang adalah pemberian pupuk ke dalam tanah dengan jumlah dan jenis hara sesuai dengan tingkat kesuburan tanah dan kebutuhan tanaman untuk mencapai hasil yang optimal.

“Jadi kalau kita bicara pemupukan berimbang artinya terpenuhi semua hara secara proporsional. Kita harus melihat tanaman membutuhkan apa dan kita harus tahu ketersediaan hara pada tanah berapa. Tidak semua hara harus ditambahkan, tambahkan yang kurang dan dibutuhkan. Lalu adanya kombinasi pupuk anorganik dengan pupuk organik, pupuk hayati, untuk mendapatkan produksi optimal,” papar Ladiyani Retno pada acara Live in Action Agriculture Teknologi Pertanian yang digelar secara daring pada Kamis (20/5/2021).

Beberapa petani milenial telah menerapkan konsep pemupukan berimbang. Salah satunya Pridiana Oskandar, seorang dokter gigi yang juga menekuni budi daya padi di Majalengka, Jawa Barat. Awalnya Pridiana melihat adanya pelandaian produksi pada lahan keluarganya yang seluas 1,5 hektare, sementara biaya tenaga kerja mengalami peningkatan. Gagasan untuk budi daya dengan pemupukan berimbang pun menjadi pilihan Pridiana.

“Masalah utama lahan sawah kami adanya pelandaian produksi padi, rata-rata 4-5 ton per hektare, enggak ada peningkatan sejak tahun 1990-an. Saya berpikir agar penggunaan pupuk anorganik bisa dikurangi setengahnya atau bahkan tidak digunakan sama sekali. Lalu saya disarankan menggunakan biokompos. Alhamdulillah setelah 4-5 musim saya pakai itu, sekarang ada peningkatan 15-20 persen untuk hasil panen,” ucap Pridiana.

Selain Pridiana, Duta Petani Milenial Sandi Octa Susila juga mulai menyadari pentingnya penggunaan pupuk berimbang. Produk hortikultura yang dikembangkan Sandi pada Mitra Tani Parahyangan berbasis pada penggunaan pestisida seminimal mungkin dan prinsip ecoprofit.

“Kita mulai aware (sadar) dengan pupuk yang berimbang karena saat ini konsumen bukan hanya berpikir pada kualitas, siapa yang menjual, tetapi pada kesehatannya juga. Kita juga lebih menyadari pupuk yang mengarah ke pupuk organik, pestisida hayati, dan lain sebagainya,” ungkap Sandi.

Lebih lanjut, terdapat beberapa prinsip yang harus dipenuhi dalam pemumpukan berimbang, mulai dari tepat dosis, tepat waktu, tepat cara, dan tepat jenis. Pemupukan berimbang tersebut dapat memberikan manfaat mulai dari meningkatkan produktivitas dan mutu hasil tanaman, meningkatkan efisiensi pemupukan, meningkatkan kesuburan tanah, menghindari pencemaran lingkungan, dan hasil optimum yang bisa membuat petani untung. Hal ini sejalan dengan harapan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk peningkatan produktivitas pertanian di Indonesia.

“Kalau petani menggunakan pupuk berimbang maka produktivitas dan daya saing pertanian akan bisa dipertahankan. Produktivitas pertanian akan seiring dengan pemupukan berimbang,” ucap Syahrul Yasin Limpo dalam kesempatan yang berbeda.

Ladiyani Retno juga memaparkan cara penentuan rekomendasi pemupukan yang tepat dan efisien. Untuk mengetahui tingkat kesuburan tanah bisa dilakukan dengan beberapa cara antara lain melihat peta status hara tanah, mengukur hara dengan perangkat uji tanah, menggunakan kalender tanam, atau membuat petak omisi. Kepala Balitbangtan Dr. Fadjry Djufry mengatakan bahwa Litbang Kementan telah mengembangkan perangkat dan alat bantu terkait rekomendasi pemupukan.

“Dalam menetapkan pemupukan yang mudah, cepat, dan tepat, Balitbangtan punya suatu sistem penentu, cara, atau kits. Untuk perangkat lunak ada aplikasi Decision Support System (DSS) seperti PKDSS, Sipapukdi, PHSL, Katam terpadu. Untuk perangkat uji seperti Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS), Perangkat Uji Tanah Kering (PUTK), Perangkat Uji Tanah Rawa (PUTR), soil sensor, dan lainnya,” ucap Fadjry Djufry.

Oleh karena itu, pemupukan berimbang perlu dipahami dan diimplementasi para stakeholder pertanian secara menyeluruh, karena pemupukan berimbang dapat membantu efisiensi pupuk, meningkatkan produksi dan mutu produk, serta menjaga kelestarian lingkungan pertanian

 

 

 

Sumber :

https://inipasti.com/pemupukan-berimbang-mulai-jadi-pilihan-petani-milenial/

270521JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pertanian merupakan sektor strategis dan salah satu pilar kekuatan negara.

Dia menyebut, tata kelola pertanian yang baik di suatu desa, kecamatan, kabupaten hingga provinsi akan menghadirkan ketahanan pangan yang kuat. Hal itu disampaikan Syahrul saat menjadi narasumber bersama Menteri Perdagangan M. Luthfi pada acara Indonesia Food Summit (IFS) 2021 di Jakarta, Selasa (25/5).

Syahrul menyatakan, bila 34 propinsi di Indonesia memiliki ketahanan pangan yang kuat, maka akan berdampak pada penguatan ekonomi nasional. Sebab, lanjut dia, pertanian bukan hanya soal perut dan makan.

"Pertanian erat kaitannya dengan lapangan kerja yang ada di depan mata. Pertanian menunjang ekonomi Indonesia," kata Syahrul. Selama pandemi Covid-19, sektor pertanian menjadi satu di antara tujuh sektor yang terus tumbuh positif selama tahun 2020.

Pada triwulan ke-1 tahun 2021, tumbuh mencapai 2,95 persen. Tak hanya itu, sektor pertanian juga menyerap 30 persen dari tenaga kerja Indonesia.

"Arahan Bapak Presiden, kami di kabinet harus hand to hand, bekerja sama, tidak boleh kerja sendiri," ujar Syahrul.

Mantan Gubernur Sulawesi Selatan itu menjelaskan, dirinya bersama mendag telah sepakat untuk berjalan bersama memperkuat sektor pertanian di Indonesia.

"Saya mengamankan hulunya, melakukan budidaya dan produksi sementara hilir digarap oleh Mendag," jelas Mentan. Bukti nyata kerja bersama itu, lanjut dia bagaimana menjaga pasokan dan harga bahan pangan pokok ketika bulan suci Ramadan dan menjelang Ramadan. 

"Ramadan biasanya sebagi peak moment konsumsi komoditas pertanian. Saya jaga produksinya, Pak Mendag jaga stabilitas harga sesuai arahan Bapak Presiden," tutur Syahrul. IFS 2021 diselenggarakan oleh Media Group News yang diikuti oleh para kepala daerah, akademisi, pegiat LSM, mahasiswa, dan petani sebagai wadah untuk mengurai berbagai permasalahan pangan di Indonesia.

 

 

Sumber :

https://www.jpnn.com/news/mentan-syahrul-pertanian-merupakan-salah-satu-pilar-kekuatan-negara

IMG 20210518 WA0017 Masih dalam suasana Idul Fitri, BBSDLP mengadakan halalbihalal dan silaturahmi secara online, Selasa (18/5) di AWR BBSDLP. Kepala BBSDLP, Dr. Husnain menyatakan bahwa walaupun dalam situasi Pandemi Covid-19 silaturahmi tetap harus berjalan dengan mematuhi protokol kesehatan. Acara ini diikuti oleh pejabat dan pegawai dari lingkup BBSDLP melalui zoom meeting.
 
Mewakili manajemen, Dr. Husnain menyampaikan permohonan maaf bila ada kekhilafan selama memimpin organisasi dan berharap keluarga besar BBSDLP selalu diberi hidayah dan kekuatan dalam melaksanakan tugas.
 
BBSDLP merupakan unit kerja yang banyak mendukung instansi lain mulai dari Ditjen Teknis, Kemenko serta Bappennas. Kontribusi dan peran BBSDLP kepada institusi lain pun diakui dan diapresiasi oleh Kepala Balitbangtan dalam kunjungan silaturahmi kemarin di BBSDLP (Senin, 17/5). Dengan tugas yang semakin banyak, maka target realisasi anggaran per minggu terus dipantau. "Minggu depan sudah harus bergerak, sampling, ke lapangan, dan kegiatan lainnya," lanjut Husnain.
 
Sementara itu, K.H. Mukhtar, S.Ag, M.Si dari Kementerian Agama Kota Bogor dalam tausiahnya berpesan agar selalu berusaha ihsan dalam bekerja. Salah satu caranya yaitu dengan dengan selalu melaksanakan silaturahmi untuk saling memaafkan dan meningkatkan kinerja. "Yakinkan apa yg dikerjakan (penelitian) adalah perbuatan yang baik dan memiliki manfaat, Insya Allah bernilai ibadah," kata Mukhtar. Semoga silaturahmi ini bisa menjadikan kita menjadi insan yang ihsan, selalu menjadi yang terbaik, mempertahankan kinerja, lebih baik dari sebelumnya serta memiliki progres kinerja. (NC/WA/AS)
 
 

210521 kementan luncurkan program petani milenial di papuaKementerian Pertanian meluncurkan Program Gerakan Petani Milenial bersama Staf Khusus Presiden Milenial, Billy Mambrasar di Hotel Swisbel, Manokwari, Kamis (20/5).

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam sambutannya melalui video virtual menyampaikan bahwa program tersebut termasuk dalam rencana aksi percepatan pembangunan Provinsi Papua dan Papua Barat sesuai dengan Inpres No. 9 Tahun 2020.

"Ini adalah bentuk keseriusan Bapak Presiden Joko Widodo untuk mempercepat pembangunan dan kesejahteraan di Papua dan Papua Barat," ungkapnya.

Program Petani Milenial menurutnya bukan hanya dilakukan di Papua dan Papua Barat tapi juga juga Aceh, Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, NTT, Papua dan Papua Barat.

"Target program ini adalah terciptanya 100,000 Petani Milenial di 10 Provinsi dengan memberikan pelatihan secara bertahap, termasuk permodalan teknologi, kemampuan berbisnis dan UMKM, dan kemampuan menjadi eksportir komoditas, yang akan didukung oleh Lintas Kementerian dan Lembaga lainnya," terang Mentan.

Senada dengan Mentan SYL, Staf Khusus Presiden RI Billy Mambrasar yang selama ini aktif membantu tim teknis percepatan pembangunan Papua dan Papua Barat bersama Desk Papua Bappenas mengatakan bahwa Program Petani Milenial ini merupakan perwujudan pelaksanaan komitmen Presiden Jokowi mendorong percepatan pembangunan berbasis kesejahteraan OAP di Tanah Papua.

Menurut Billy, peluncuran program ini disambut antusias pemuda dan pemudi asli Papua. Pasalnya, sejak diluncurkan oleh Gubernur dengan menyebarkan link pendaftaran secara daring, tercatat kurang lebih 1023 orang mendaftarkan diri untuk menjadi Petani Milenial hanya dalam beberapa jam saja.

Gubernur Provinsi Papua Barat menyambut positif peluncuran program ini dan menyatakan dukungan Penuh. Ia berharap, ke depan agar lebih banyak lagi pemuda dan pemudi asli Papua yang terjun ke sektor pertanian.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor pertanian masih menjadi sektor penyerap tenaga kerja terbanyak, yakni mencapai hampir 24% dari kurang lebih 400 ribu angkatan kerja di Provinsi ini.

Program Petani Milenial diluncurkan Kementerian Pertanian bersama Pemerintah Provinsi Papua Barat, dihadiri oleh Staf Khusus Presiden RI Billy Mambrasar, Anggota DPD RI, Yance Samonsabra, Koordinator Desk Papua Kementerian Bappenas RI, Aruminingsih, Bupati Manokwari, Hermus Indou, serta jajaran SKPD Provinsi Papua Barat.

Mentan SYL berharap sinergitas antara berbagai pihak dalam program ini akan melahirkan lebih banyak lagi petani muda yang berorientasi kemajuan dan ekspor.

"Terima kasih secara khusus pada Staf Khusus Presiden Milenial, Billy Mambrasar yang telah menggerakkan para anak muda di papua untuk terus maju menggeluti sektor pertanian," pungkasnya. (hhw)

 

 

 

 

 

Sumber : https://www.merdeka.com/peristiwa/kementan-luncurkan-program-petani-milenial-di-papua.html (Reporter : Rizlia Khairun Nisa)

berita100521JAKARTA--Gaya food estate adalah gaya yang bagus untuk dijadikan percontohan di masa mendatang untuk mensejahterakan petani. Demikian disampaikan Mentan Syahrul Yasin Limpo dalam pembukaan FGD Strategi Peningkatan NTP 2021-2022

Kedepan menurut Mentan tidak boleh lagi ada petani yang hanya single komoditas. Intervensi pertanian sebaiknya dilakukan meski lahan petani tidak luas, bahkan sekitar pekarangan rumah bisa menjadi kebun, sehingga dari rumah sendiri petani bisa menghasilkan uang.

“Kalau gitu intervensi pertanian harus dilakukan. Yang suka cokelat kasih tanam cokelat, suka kacang kasih tanam kacang. Saya juga berharap ada konsepsi yang bisa dikembangkan. Misalnya kita punya nanas, markisa, sirsak mangga dan buah lain yang unggul luar biasa," tegas Mentan.

Dengan harga yang baik, dan konsepsi yang tepat, bila dalam satu kecamatan saja bisa dikembangkan secara skala ekonomi, maka pemerintah bisa mendorong industrinya ada. Mentan ingin Pemerintah mengaturnya dalam skala ekonomi saja, karena KUR juga telah tersedia.

Selain itu, Mentan mengajak para petani untuk berbuat dan bertekad tidak menyerah pada cengkraman musim dan lingkungan di sektor pertanian. Hal tersebut perlu dilakukan untuk mempercepat mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Dengan pendekatan ilmu dan teknologi pertanian, segala kekuatan manusia untuk dapat merekayasa lingkungan pertanian seperti tanah, cuaca dan iklim mikro tanaman perlu dilakukan. Sehingga pada saatnya nanti, petani tidak perlu tergantung pada hujan baru mereka mulai bertanam dan kondisi alam lainnya.

"Kalau mau airnya turun tinggal gunakan teknologi saja kan bisa. Jadi bertanam setiap hari juga bisa. Artinya Kita tidak perlu lagi tunggu musim hujan atau musim panas baru kita mulai tanam. Sekarang Kita punya teknologi yang bisa mengatur itu semua, seperti rumah kaca dan pengaturan cuaca" katanya.

Kementan memiliki kebun hortikukultura yang sudah didukung dengan kemampuan teknologi. Kebun tersebut adalah konsep smart green house yang dalam setiap musim tanamnya yang tidak pernah kekurangan air maupun suplai nutrisi.

"Jadi, yang terjadi sekarang itu kan petani serempak menanam padi tanpa berpikir menanam jagung. Padahal jagung juga dibutuhkan dan menguntungkan. Tapi kalau dengan rekayasa iklim, baik padi maupun jagung dan lainnya bisa kita tanam bersamaan," katanya.

Intinya, kata Mentan, petani Indonesia tidak boleh miskin secara terstruktur karena masih berkutat pada urusan harga komoditas tertentu. Sebaliknya petani Indonesia harus kaya terstruktur karena berpikir inovatif, kreatif dan maju ke depan.

 

 

 

 

Sumber : https://www.republika.co.id/berita/qss0qe380/mentan-syahrul-bertekad-tingkatkan-kesejahteraan-petani (Red : Hiru Muhammad)

bitcoin casino crypto casino crypto gambling crash betting game crash gambling game bitcoin gambling