Info Terkini

070521Jakarta - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan perlunya sinergi antar lembaga untuk terus meningkatkan tata kelola pupuk bersubsidi melalui upaya menjaga transparansi, akuntabilitas, teamwork dan inovasi. Demikian disampaikan Mentan saat membuka "Focus Group Discussion Perbaikan Tata Kelola Pupuk Bersubsidi" di Auditorium Kementerian Pertanian, Rabu, 5 Mei 2021.

Syahrul mengajak seluruh stakeholder untuk menelaah dan memperbaiki setiap kelemahan dan kekurangan dalam pengelolaan pupuk subsidi selama ini. Terkait transparansi dalam tata kelola pupuk bersubsidi, stakeholder diharapkan bersama-sama melakukan pengecekan lapangan. Sementara sebagai bentuk akuntabilitas publik, diharapkan satu atau dua bulan sebelum penetapan pada tahun 2022, data penerima dalam RDKK bisa terpampang di setiap kantor desa.

“Jika terjadi permasalahan dalam distribusi pupuk bersubsidi di suatu wilayah desa, perlu direspon dengan cepat dan diselesaikan dengan prinsip lokalitas. Tidak perlu hingga ke level kementerian,” tegas Syahrul.

Selain itu, menurut Syahrul, sangat diperlukan adanya teamwork untuk bisa dengan cepat mengatasi setiap kendala yang ada melalui optimalisasi teknologi informasi. "Jika ada permasalahan seputar pupuk bersubsidi, segera kejar dan lihat data (dan wilayahnya) melalui data satelit yang ada di Agriculture War Room (AWR)," katanya.

Mantan Gubernur Sulawesi Selatan ini juga mendorong adanya inovasi untuk mencukupi kebutuhan pupuk bersubsidi. Karena jika dilihat, produktivitas pertanaman yang baik tidak lepas dari pemupukan yang cukup dan baik.

Berdasarkan data FAO, produktivitas padi/gabah Indonesia Tahun 2018 sebesar sebesar 5,19 ton GKG/ha. Produktivitas padi Indonesia menduduki urutan kedua dari 9 negara di benua Asia. Syahrul menyebut data ini sangat membanggakan, karena menjadi bukti pertanian Indonesia sudah maju dibandingkan negara lainnya di kawasan Asia.

“Dari sini terlihat pentingnya penggunaan pupuk dalam meningkatkan produktivitas. jajaran Kementan memang sangat all out dalam menjaga produksi pangan, karena tumbangnya negara bisa karena pangannya terganggu,” ucap Syahrul.

Untuk itu, Syahrul mendorong perbaikan tata kelola pupuk bersubsidi dengan melibatkan peran stakeholder pertanian, termasuk pihak Pupuk Indonesia, KPK, dan pemerintah daerah. Dirinya berharap permasalahan pupuk bersubsidi dapat segera diatasi pada masa tanam kedepan.

 

 

 

Sumber : https://nasional.tempo.co/read/1459654/mentan-dorong-perbaikan-tata-kelola-pupuk-bersubsidi/full&view=ok

110521BOGOR –  Setahun setelah produk antivirus corona berbasis eucalyptus dilaunching, Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian mengungkapkan produk yang sempat menuai kontroversi tersebut kini sudah selesai menjalan uji klinis tahap 2.  Hal itu disampaikan Kepala Balitbangtan, Fadjry Djufry saat membuka Talkshow 1 Tahun Penelitian Eucalyptus di Bogor, Rabu (5/5/2021).

“Kami menggandeng Fakultas Kedokteran Universitas Hasanudin dalam penelitian lanjutan mulai tahap uji in vivo pada hewan uji hingga uji klinis dan uji toksisitas,” beber Fadjry.

Selain dengan Unhas, Balitbangtan juga menggandeng Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia untuk uji lanjutan. Kerjasama dengan FK UI dan Indonesia Medical Education Research Institute (IMERI), lanjut Fadjry sebetulnya sudah dirintis sejak tahun lalu.

Fadjry berharap, keberhasilan uji klinis dan uji toksisitas minyak atsiri eucalyptus akan membawa hasil riset ini ke tahap fitofarmaka karena selain aman untuk manusia, juga efektivitas untuk menghambat perkembangan Covid-19 pada orang yang terpapar.

Lebih lanjut Fadjry mengatakan, saat ini produk antiviral Eucalyptus sudah dipasarkan sejak tahun lalu oleh pemegang lisensi hasil riset, PT Eagle Indo Pharma, produksi minyak kayu putih Cap Lang.

“Produk yang sudah dipasarkan sudah teregistrasi di Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM dengan kategori jamu dalam bentuk roll on, in haler, dan uap aromaterapi,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Litbang Veteriner Balitbangtan, Indi Dharmayanti mengatakan, hasil uji klinis menunjukkan, eucalyptus mampu meningkatkan nilai cycle threshold (CT) Covid-19 pada penderita antara 100% – 130%. Nilai CT merupakan jumlah siklus yang diperlukan hingga sinyal fluoresens melampaui atau melewati ambang (threshold).

“Nilai CT berbanding terbalik secara proporsional dengan jumlah asam nukleat target pada sampel. Semakin rendah nilai CT, makin tinggi jumlah asam nukleat target atau kemampuan penyebarannya makin tinggi,” papar Indi.

Dalam riset Balingbangtan sebelumnya, disebutkan bahwa dengan konsentrasi 1 persen sudah cukup membunuh virus 80-100 persen. Bahan aktif utamanya, terdapat pada cineol-1,8 yang memiliki manfaat sebagai antimikroba dan antivirus melalui mekanisme M pro.

M pro adalah main protease (3CLPro) dari virus corona yang menjadi target potensial dalam penghambatan replikasi virus corona. Manfaat tersebut dapat terjadi karena 1,8 cineol dari eucalyptus disebut eucalyptol dapat berinteraksi dengan transient receptor potential ion chanel yang terletak di saluran pernapasan.

 

 

 

Sumber : https://www.sainsindonesia.id/2021/05/05/eucalyptus-sebagai-obat-covid-19-selesai-uji-klinis-tahap-ii/ (Setia Lesmana)

kediri2KEDIRI – Rangkaian kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Petani Milenial yang difasilitasi oleh BBSDLP di Jawa Timur diakhiri di Kabupaten Kediri tepatnya di Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Agro Utama Mandiri, Kamis (29/4). Kegiatan yang merupakan hilirisasi teknologi BBSDLP ini dihadiri oleh Anggota Komisi IV DPR RI Ir. Endro Hermono, MBA; Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri Anang Widodo, SP; Kepala Bidang Tanaman Pangan Ir. Tri Retnani Yeni Astuti; Narasumber Bimtek (Koordinator KSPHP BBSDLP, Dr. Asmarhansyah dan Peneliti BPTP Jawa Timur Ir. Handoko, M.Sc), serta owner salah satu perusahaan agribisnis Tarwa Mustopa, SP, M.Agr. Yang tidak kalah menarik, peserta yang datang mencapai 60 orang petani dan penyuluh dari 26 Kecamatan di Kabupaten Kediri.

Dr. Asmarhansyah dalam sambutannya mewakili Kepala BBSDLP menyatakan bahwa BBSDLP sudah banyak menghasilkan teknologi salah satunya Mobile Klinik Pertanian (MKP) dalam rangka mendekatkan teknologi ke petani dan penyuluh dengan dilengkapi fasilitas laptop dan modem untuk akses SISCrop1.0 yang mampu memberikan informasi terkini tentang pertanaman di lokasi tersebut. Asmarhansyah berharap peserta dapat memanfaatkan kesempatan emas ini untuk berinteraksi dengan narasumber dan juga menyalurkan aspirasi kepada Ir. Endro Hermono, MBA sebagai Anggota Komisi IV DPR RI.

kediri1Senada dengan Dr. Asmarhansyah, Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri yang dalam sambutannya disampaikan Kepala Bidang Tanaman Pangan Ir. Tri Retnani Yeni Astuti, menyatakan harapannya agar petani mampu memanfaatkan momen emas yang menguntungkan ini untuk menimba ilmu. “Harapan saya, para penyuluh dapat me-review yang sudah dipelajari syukur-syukur memperoleh pengetahuan terkait teknologi baru, juga petani mampu menambah pengetahuan dari bimtek ini,” ujar Tri. Selanjutnya Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri Anang Widodo, SP menyampaikan apresiasinya kepada BBSDLP karena telah memilih Kabupaten Kediri sebagai salah satu lokasi Bimtek. Beliau sangat berharap banyak ada inovasi-inovasi untuk kemajuan pertanian di Kabupaten Kediri.

Usai membuka acara Bimtek secara resmi, Anggota Komisi IV DPR RI Ir. Endro Hermono, MBA menggarisbawahi Tarwa Mustopa, SP, M.Agr. yang dulunya petani kecil dengan bimbingan yang baik dari Kementan (BBPSDMP dan Balitbangtan) mampu sukses dan maju.

“Jadi bimbingan teknis itu penting untuk meningkatkan kapasitas petani milenial supaya tidak ketinggalan jaman. Jangan sampai kesimpulan yang diambil oleh petani itu salah, perlu pembimbingan dari ahlinya (Balitbangtan). Moga-moga bisa sukses semua seperti Pak Tarwa ini,” kata Endro.

Endro juga menyampaikan harapannya untuk melawan impor dengan bimbingan teknologi dari Balitbangtan. “Insyaallah Kediri akan menjadi petani-petani tangguh dengan memanfaatkan teknologi yang ada pada buku ini (600 teknologi Balitbangtan). Ini saya serahkan kepada Kepala Dinas, mudah-mudahan bisa menyebar kepada petani-petani milenial di Kediri ini,” pungkas Endro.

Selanjutnya dalam sesi materi, Dr. Asmarhansyah selaku narasumber bimtek menerangkan pemupukan berimbang berdasarkan rekomendasi dari aplikasi SISCrop1.0 serta permasalahan pupuk subsidi. Kemudian Ir. Handoko, M.Sc. menguraikan tentang Penanggulangan OPT, terutama tikus pada pertanaman padi yang merupakan hama utama. Hal tersebut disebabkan 1 (satu) ekor tikus mampu merusak padi hingga 200 rumpun serta kemampuannya mencium padi yang matang (berisi) sejauh 2 km. (NC/AS/LQ)

berita 01 meiJAKARTA - Guru Besar Ilmu Ekonomi IPB, Profesor Muhammad Firdaus mengatakan bahwa teknologi pertanian Indonesia saat ini terus mengalami perkembangan yang jauh lebih baik.Sistem tersebut bisa dilihat melalui ruang data agriculture war room (AWR) yang dikendalikan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mempercepat arus informasi teknologi budidaya, masa tanam dan panen, monitoring pasar, sistem produksi dan lain sebagainya. "Saya kira di Indonesia itu teknologinya sudah makin maju, bahkan di Kementan sendiri sudah sangat progres. Ini kan sangat luar biasa sekali," kata Firdaus dalam ngobrol online, Jumat (30/4).

Pemerintah juga sudah mempersiapkan sistem produksi padi dengan sangat baik, yakni dengan menghadirkan bibit unggul dan sitem pengendalian hama. Kedua sistem itu bisa dilihat dalam program food estate yang kini menunjukan perkembangan dan kemajuan di tiga provinsi. "Semuanya bisa dikatakan sebagai program yang sangat baik," kata Firdaus.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam beberapa kesempatan mengatakan bahwa perkembangan modernisasi pertanian saat ini terus dilakukan secara merata di seluruh pelosok Indonesia.

 "Saya ingin kita sama-sama mengulas apa saja yang sudah kita lakukan untuk menarik generasi muda terjun ke pertanian. Kemudian Inovasi apa yang juga sudah kita terapkan di lapangan," ujarnya. Menurut Menteri SYL, mekanisasi perlu diterapkan untuk mengantisiapsi kemungkinan adanya penyusutan jumlah petani desa yang beralih profesi menjadi pekerja kota.

“Kementan sejak beberapa tahun terakhir telah mendistribusikan Alsintan secara masif. Kami bersama pemerintah daerah juga langsung melakukan sosialisasi dan pendampingan kepada para petani dalam penyaluran bantuan alsintan pertanian modern," tuturnya. (jpnn)

IMG 20210428 WA0018TULUNGAGUNG – Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP), Badan Litbang Pertanian kembali menyelenggaraakan Bimbingan Teknis (Bimtek). Bimtek Peningkatan Kapasitas Petani Milenial kali ini diselenggarakan di Kabupaten Tulungagung, Rabu (28/4). Bertempat di Ruang Rapat Agri Cultura, Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung, Kegiatan Bimtek tersebut dihadiri Kepala Dinas Pertanian (Kadispertan) Kabupaten Tulungagung Ir. Suprapti, M.Agr, Anggota Komisi IV DPR-RI Ir. Endro Hermono, MBA, Narasumber Bimtek yaitu Koordinator Kerja Sama dan Pendayagunaan Hasil Penelitian (KSPHP) BBSDLP Dr. Asmarhansyah dan Peneliti Senior BPTP Jawa Timur Ir. Handoko, M.Sc, 50 Petani, dan 10 Penyuluh Pertanian dari 19 kecamatan di Kabupaten Tulungagung.

Koordinator KSPHP BBSDLP, Dr. Asmarhansyah, dalam sambutannya mewakili Kepala BBSDLP menyampaikan bahwa BBSDLP telah banyak menghasilkan inovasi teknologi seperti peta, rekomendasi teknologi, perangkat uji, sistem informasi, dan lainnya. “Bila inovasi teknologi tersebut hanya tersimpan di BBSDLP, tidak akan memberikan banyak nilai guna. Oleh karena itu, inovasi teknologi tersebut perlu didiseminasikan, salah satunya melalui Bimtek pada hari ini. Harapannya, ada feedback dari para pengguna, sehingga inovasi teknologi tersebut dapat disempurnakan lagi,” kata Asmarhansyah. Bimtek ini merupakan salah satu bentuk hilirisasi teknologi kepada masyarakat terutama petani.

IMG 20210428 WA0012Kadispertan Tulungagung, Ir. Suprapti, M.Agr, menyiratkan kebahagiaannya dengan kedatangan Tim BBSDLP ke Tulungagung. Pasalnya, saat ini Kabupaten Tulungagung menghadapi tiga kendala di bidang pertanian yaitu masalah pemupukan, meluasnya organisme pengganggu tanaman (OPT) serta menurunnya jumlah tenaga kerja yang mengelola pertanian. “Petani di sini sangat suka menggunakan pupuk kimia terutama urea, jadi penggunaan pupuk organik harus terus digaungkan. Semoga Bimtek ini dapat memberikan solusi atas permasalahan pertanian kami di Tulungagung,” ujar Suprapti. Hilirisasi teknologi melalui Bimtek ini dirasakan akan sangat bermanfaat untuk petani dan penyuluh di Kabupaten Tulungagung.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI Ir. Endro Hermono, MBA mengungkapkan dukungannya terhadap penyelenggaran acara Bimtek ini. Endro mengatakan bahwa generasi milenial dicirikan dengan kemampuan memanfaatkan teknologi dan teknologi tersebut diyakini dapat digunakan untuk memajukan Kabupaten Tulungagung, melalui sektor pertanian. “Bimtek ini sangat tepat sebagai kolaborasi ilmu (Litbang) dengan petani. Petani itu kadang salah dalam mengambil kesimpulan atas informasi atau teknologi, dan hilirisasi teknologi melalui Bimtek ini diharapkan dapat membimbing petani agar dapat menarik kesimpulan yang benar dalam berusahatani,“ ujar Endro.

Narasumber Bimtek, Dr. Asmarhansyah, yang menyampaikan materi tentang Pemupukan Berimbang sempat memberikan penjelasan terkait rekomendasi pemupukan NPK tanaman padi untuk Kabupaten Tulungagung yang dapat diakses pada website BBSDLP di https://bbsdlp.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php/rekomendasi-pupuk. Selanjutnya, Ir. Handoko, M.Sc. menguraikan tentang Penanggulangan OPT, terutama hama tikus pada pertanaman padi secara efektif dan efisien. (NC/AS/LQ)

bitcoin casino crypto casino crypto gambling crash betting game crash gambling game bitcoin gambling