Info Terkini

Jakarta- Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menegaskan sektor pertanian memiliki potensi yang besar menjadi bagian ekosistem pesisir. Penduduk pesisir dapat memanfaatkan potensi pangan non beras yang dapat dikelola di lahan daratan di sekitar wilayah pesisir.

Menurut Syahrul hal ini sangat memungkinkan untuk dikembangkan, karena dukungan sumber daya manusia tersedia dalam jumlah banyak, masyarakat yang tidak sedang bekerja sebagai nelayan dapat diarahkan untuk mengelola lahan pertanian yang ada.

“sektor pertanian dapat dipadukan dengan kegiatan sektor perikanan, bahkan sektor pariwisata juga sangat berpotensi untuk dikembangkan dalam jangka panjang, yang akan dapat menopang terwujudnya ketahanan pangan berkelanjutan,” tegas Mentan dalam kuliah umum Pendidikan Reguler Seskoal Angkatan Ke-59 TA 2021, Jakarta, Kamis (1/4/2021).

Mentan memberikan penegasan kedaulatan bangsa menjadi keharusan yang harus kita pertahankan, dan menjadi kewajiban semua pihak. Pembinaan Desa Pesisir Guna Mendukung Ketahanan Pangan Nasional menjadi sangat penting bagi pengembangan sosial, ekonomi, budaya, lingkungan, dan penyangga kedaulatan bangsa.

“Atas dasar hal tersebut pada kesempatan hari ini, Kami Kementerian Pertanian mengajak Saudara sekalian sebagai Pamen, baik yang berlatar belakang TNI maupun Polri, bahkan dari Negara sahabat kita Malaysia, Singapura, Pakistan dan Uni Emirat Arab untuk bekerjasama mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional bahkan Dunia melalui kerjasama pembinaan wilayah desa pesisir,” jelas Mentan.

Mentan Syahrul menegaskan Kementan memiliki berbagai program spesifik di wilayah pesisir yang bisa disinergikan ke depan. Terkait upaya mempertahankan Ketahanan Pangan yang telah dilakukan Kementerian Pertanian selama masa Pandemi Covid-19. Kementerian Pertanian mengambil pelajaran berharga selama satu tahun masa pandemi.

“Melalui berbagai terobosan Cara Bertindak (CB) yang telah kami uraikan sebelumnya, hasilnya memperlihatkan berbagai indikator ekonomi menunjukan pertanian tetap tumbuh positif di tengah kontraksi sektor lain. Selama tahun 2020 sektor pertanian menunjukkan kinerja yang mengembirakan,” lanjut Mentan.

Dalam kesempatan ini, Komandan Sekolah Komando Angkatan Laut (Seskoal), Laksamana Muda TNI Iwan Isnurwanto memberikan apresiasi atas kehadiran Mentan SYL, dan berharap wawasan yang disampaikan Mentan dapat diterapkan para perwira siswa yang sedang menjalani masa pendidikan di tempat tugasnya. (Ahmad Soim)

 

Sumber:

https://tabloidsinartani.com/detail//indeks/pangan/16154-Mentan-Potensi-Pertanian-di-Daerah-Pesisir-Perkuat-Kedaulatan-Bangsa

Pulang Pisau - Kopi terbaik memang biasa ditanam di lahan tinggi. Tapi ternyata lahan rawa gambut pun mampu menghasilkan kopi organik bercitarasa nikmat.

Dalam perjalanan Tim Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (Balittra) Kamis (1/4) di Desa Talio Hulu, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, ada hal yang menarik ketika memasuki desa tersebut. Di kanan kiri jalan terlihat tanaman kopi yang tumbuh subur secara alamiah, terlihat seperti tanpa perawatan.

Mengapa menarik?karena Desa Talio Hulu, berada pada wilayah  rawa yang dipengaruhi oleh pasang surutnya air laut, dengan lahan berbahan dasar gambut.

Di Desa Talio Hulu ini, tim Balittra menemui Widodo, seorang petani kopi dan sekaligus pengelola home industri “Kopi Taliho”. Menurutnya, petani di desa ini menanam kopi di lahan pekarangan mereka tanpa perlakuan agronomis apapun. "Mereka tidak melaksanakan  pengapuran, pemupukan, pengendalian gulma, pengendalian hama dan penyakit tanaman, serta pemangkasan," jelasnya.

Namun, tanaman terlihat tumbuh baik dengan vigoritas yang tinggi, tanpa terlihat adanya keracunan ataupun kekurangan unsur hara.

"Lahan pekarangan yang mereka tanami kopi tersebut terlihat subur dan gembur dengan banyaknya serasah serasah dari bagian tanaman kopi yang sudah ditanam puluhan tahun yang lalu," bebernya.

Gulma pun tidak terlihat di bawah tanaman kopi mereka, hal ini disebabkan karena jarak tanam kopi yang tidak beraturan, sehingga kanopi daun menutupi bagian bawah dan tidak memberikan kesempatan terhadap gulma unutuk menyerap sinar matahari. Dan yang sangat menguntung bagi mereka adalah tidak terdapatnya serangan hama dan penyakit tanaman selama ini, sehinggga tidak dilakukan pengendalian secara kimia, berarti kopi yang mereka hasilkan ini bersifat “organik”.

Ada dua varietas yang berkembang di lahan gambut ini, yaitu Rubusta dan Arabika. Yang dominan ditanam petani adalah varietas Rubusta. Mereka beranggapan, varietas Rubusta berbunga sepanjang tahun, sehingga frekwensi panen mencapai 4 kali pertahun, sedangkan frekwensi panen varietas arabika hanya 2 kali setahun.

"Pemasaran kopi dalam bentuk biji sekarang ini agak kurang, pedagang pengumpul atau pedagang pasaran tidak menyerap sebanyak dulu lagi, yang menyebabkan hasil biji kopi di petani menumpuk," tuturnya.

Untuk mengatasi hal tersebut,  Widodo beserta istri dengan kelompok tani Mawar, menggerakkan home industri pembuatan Kopi bubuk siap saji dalam kemasan yang menarik dengan merek dagang Kopi “Tahulu”. Kopi ini mempunyai kekhassannya berbahan dasar biji kopi asli, tampa campuran bahan lain.

Dalam sehari, mereka mampu sangrai dan menggiling sebanyak 20 kg biji, dan bahkan lebih tergantung permintaan. Pemasaran kopi Tahulu, sudah merambah ke ibu kota Provinsi Kalteng Palangkaraya. Mereka berharap semoga lebih berkembang lagi, sampai keluar Kalteng.Selama ini kopi Tahulu juga dijadikan sebagai oleh oleh khas rawa gambut, yang melanglang buana sampai ke Pulau Jawa. Khususnya bagi tamu tamu yang datang dan bertugas di desa Talio Hulu. (Gesha)

 

Sumber :

https://tabloidsinartani.com/detail//indeks/kebun/16161-Kopi-Talio-Hulu-Tahulu-Nikmatnya-Kopi-Organik-Lahan-Gambut.

Sumber foto : Balitra

BBSDLP bekerjasama BPTP Lampung dan Institut Teknologi Sumatera (ITERA) mengadakan Bimtek Peningkatan Kapasitas Petani Milenial di Kampus Itera (18/3). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala BBSDLP (Dr. Husnain, MP., M.Sc), Rektor ITERA (Prof. Ir. Ofyar Z. Tamin, M.Sc., Ph.D), Walikota Bandar Lampung (Hj. Eva Dwiana, SE., M.Si.), Kepala BPTP Lampung (Dr. Drs. Jekvy Hendra, M.Si), Kepala Balitklimat (Dr. Arivin Rivaie, M.Sc), dan Kepala Bappeda Kota Bandar Lampung. 

Kegiatan yang dibuka oleh Walikota Bandar Lampung tersebut diikuti oleh 50 orang petani milenial dan penyuluh di sekitar Bandar Lampung. Eva Dwiana menyatakan bahwa Kota Bandar Lampung sangat siap untuk memajukan pertanian dan bekerja sama dengan ITERA dan Kementerian Pertanian (BBSDLP). “Bilapun dibutuhkan, kami siap membantu dan memfasilitasi agar milenial perempuan (remaja putri) terjun di dunia pertanian,” ujar Eva. Lebih lanjut Eva menambahkan bahwa kegiatan Bimtek ini sangat perlu diadakan saat Pandemi Covid-19 ini karena dapat menjadi stimulus dari sektor pertanian untuk perekonomian Kota Bandar Lampung.

 

Kepala BBSDLP Dr. Husnain, M.Sc dalam sambutannya mengungkapkan tujuan Bimtek pada kegiatan ini sebagai sarana untuk mendiseminasikan produk, inovasi dan update terbaru mengenai pertanian terutama yang berkaitan dengan sumberdaya lahan pertanian. “Kami akan menyampaikan produk inovasi pertanian dan riset yang sedang kami lakukan dan kembangkan serta potensi kerja sama dengan ITERA, apa yang dibutuhkan oleh ITERA,” kata Husnain.

Sementara itu Rektor ITERA Prof. Ir. Ofyar Z. Tamin, M.Sc., Ph.D menyatakan keinginannya dengan Bimtek tersebut agar para akademisi ITERA mampu menelurkan inovasi dan teknologi pertanian yang seiring dengan industri 4.0. Petani milenial sudah bisa memanfaatkan teknologi yang tersedia misalnya citra satelit dan Internet of Thing (IoT) untuk mengelola lahannya. Rektor ITRERA sangat berharap Kementerian Pertanian dapat membantu dalam pengembangan kebun raya ITERA.

Peserta Bimtek yang terdiri atas petani, penyuluh, dan akademisi ITERA yang hadir menyimak materi dari lima narasumber yang merupakan peneliti dari lingkup BBSDLP yang sangat kompeten di bidangnya. Materi yang disampaikan mulai dari teknologi dan rekomendasi pengelolaan lahan hingga pemanfatan advanced teknologi untuk pertanian. Dr. Neneng L. Nurida (Balittanah) menyampaikan teknologi pengelolaan lahan masam; Dr. Arivin Rivaie (Balitklimat) dengan materi smart irrigation dengan Automatic Controller; Selly Salma, M.Si (Balittanah) menyampaikan teknologi pupuk berbasis mikroba; Dr. M. Hikmat (BBSDLP) terkait peta rekomendasi pengelolaan lahan; serta Dr. Adha F. Siregar dengan materinya tentang Digital Soil Sensing Kit. (NC/LQ)

 

Bogor, 30 Maret 2021. Bertempat di Aula UPT Pertanian Wilayah IX Cibinong dilaksanakan Bimtek Peningkatan Kapasitas Petani Milenial. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala BBSDLP yang diwakili oleh Subkoordinator Kerjasama Penelitian (Saefoel Bachri, S.Kom, MMSI); Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kab. Bogor yang diwakili oleh Kepala Bidang Penyuluhan (Tatang Mulyadi, SP, M.Si); Kepala UPT Pertanian IX Wilayah Cibinong (Rika Indriati Roamer, SP); dan Koordinator Penyuluh Cibinong (Towapa Ridwan).

Kegiatan dibuka oleh Subkoordinator Kerjasama Penelitian BBSDLP, Saefoel Bachri, S.Kom, MMSI dan diikuti oleh 62 peserta yang berasal dari petani di empat kecamatan (Cibinong, Bojonggede, Tajur Halang, dan Babakan Madang) serta penyuluh.

Pada kesempatan pembukaan, Saefoel mengatakan bahwa Bimtek merupakan cara mengakselerasi peningkatan kapasitas petani, khususnya petani milenial di bidang teknologi dan inovasi yang dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian, khususnya BBSDLP. Saefoel menilai pentingnya Bimtek tersebut dan menyatakan bahwa Bimtek serupa dengan materi berbeda telah dilakukan oleh Kementerian Pertanian di berbagai daerah atau kabupaten dan telah diikuti oleh ribuan peserta khusunya petani.

Sementara itu Kepala Bidang Penyuluhan, Tatang Mulyadi dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada BBSDLP telah mengadakan kegiatan yang sangat membantu meningkatkan kapasitas petani, terutama dalam pengelolaan lahan.

“Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap dapat meningkatkan kapasitas petani, sehingga ke depannya pembangunan pertanian di Bogor bisa lebih maju,” lanjutnya.

Materi yang disampaikan yakni Pemanfaatan Rekomendasi Pengelolaan Lahan oleh Rachmat Abdul Gani, SP (BBSDLP) dan Peningkatan Mutu Kompos Menggunakan Mikroba oleh Dr. Etty Pratiwi, M.Si. (Balittanah). Kedua narasumber ini merupakan peneliti dari lingkup BBSDLP yang sangat kompeten di bidangnya.

Peserta sangat antusias menyimak materi yang dipaparkan dan juga aktif dalam disukusi.

“Kami berterimakasih kepada BBSDLP Balitbangtan yang telah mengadakan kegiatan Bimtek ini. Pengetahuan kami terhadap pengelolaan lahan menjadi meningkat dan besar harapan kami akan ada kegiatan bimtek lanjutan dengan pendampingan praktek di lapangan," ujar Mustopa, Petani dari kelompok tani Barokah.(IMS/SNS)

Badan Litbang Pertanian melalui Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Petani Milenial: "Petani Bertanya, BBSDLP Menjawab" di Kantor Desa Bulukarto, Kecamatan Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung Selasa (17/03/2021).

Kegiatan Bimtek ini dilaksanakan dalam rangka mendiseminasikan inovasi teknologi yang telah dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan para petani dalam pengelolaan lahan pertanian. Implementasi inovasi teknologi pertanian yang tepat dapat menjadikan lahan pertanian lebih produktif dan meningkatkan produktivitas usaha tani.

Kegiatan yang dibuka oleh Kepala BBSDLP yang diwakili oleh Koordinator Kerjasama dan Pendayagunaan Hasil Penelitian (Dr. Asmarhansyah) ini, dihadiri oleh Kepala BPTP Lampung (Dr. Drs. Jekvy Hendra, M. SI), Kepala Dinas Pertanian kabupaten Pringsewu (Siti Litawati, SP), Kepala UPTD, 9 PPL yang berasal dari 5 BPP, 2 Kelompok Jabatan Fungsional, serta 76 poktan dari 9 kecamatan. 

"Bahwa Balitbangtan berkoordinasi dengan BPTP dan pemerintah daerah untuk mendiseminasikan inovasi yang telah dihasilkan, Pringsewu dominan padi dan bawang. Dengan potensi yang dimiliki, kelompok tani diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan pendapatan melalui kegiatan bimtek yang diadakan oleh BBSDLP. " Ujar Asmarhansyah dalam sambutannya. 

"Bimtek ini merupakan salah satu kolaborasi BBSDLP dengan BPTP untuk mendiseminasikan hasil penelitian dan produk untuk diaplikasikan di Pringsewu terutama komoditas padi, bawang, dan unggas. Peserta harus dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk sharing informasi mengenai dinamika di lapangan misalnya iklim, tanah, cuaca, dan pupuk yg menjadi kendala petani. Contoh nyata serangan WBC di sini, yang mana hal ini sudah dikaji secara menyeluruh oleh BBSDLP. Contoh lain yaitu pupuk. BBSDLP sudah memetakan unsur hara hingga kecamatan, misal kandungan N, bila kandungan N di suatu tempat sudah tinggi, maka petani tidak perlu menambahkan pupuk N". Ujar Kepala BPTP. 

Jekvy juga menambahkan, "pada kesempatan bimtek ini dapat menjadi jembatan untuk meningkatkan kapasitas yang berujung pada peningkatan produktivitas pertanian di Pringsewu."

Dalam arahannya, Kepala Dinas Kabupaten Pringsewu sangat berterimakasih kepada BBSDLP yang telah memfasilitasi petani untuk menyelenggarakan kegiatan ini. "Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap dapat meningkatkan kapasitas petani, sehingga ke depannya pembangunan pertanian di Pringsewu bisa lebih maju" lanjutnya. 

Ada dua materi yang dipaparkan dalam kegiatan ini, antara lain Pemanfaatan Rekomendasi Pengelolaan Lahan oleh peneliti senior BBSDLP (Dr. M. Hikmat, M.Si.) dan Pengenalan Produk-produk Pupuk Berbasis Mikroba oleh peneliti Balittanah (Dra. Selly Salma, M.Si). 

Peserta sangat antusias mengikuti acara ini, mereka juga aktif dalam diskusi. 

"Kami berterimakasih kepada BBSDLP yang telah mengadakan kegiatan ini, sehingga pengetahuan kami terhadap pengelolaan lahan meningkat." Ujar Maskur, petani dari Gading Rejo. (LQ/NC/WA) 

Read more: Melalui Bimtek, BBSDLP Dongkrak Kapasitas Petani Pringsewu
bitcoin casino crypto casino crypto gambling crash betting game crash gambling game bitcoin gambling