Info Terkini

 

Bertempat di Kantor Wali Nagari Limo Koto, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung (12/03), Badan Litbang Pertanian melalui Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) bertajuk Peningkatan Kapasitas Petani. Bimtek yang dibuka secara langsung oleh Camat Koto VII tersebut diikuti oleh 94 peserta dan dihadiri perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Sijunjung, Wali Nagari Limo Koto, Kepala Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Koto VII, dan Ketua Badan Perwakilan Nagari Limo Koto.

 

Bimtek tersebut dilaksanakan dalam rangka hilirisasi dan mendapatkan umpan balik atas inovasi teknologi yang telah dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian. Bertindak sebagai narasumber adalah Dr. Erna Suryani, M.Si, Peneliti Ahli Madya dari BBSDLP. Pada kesempatan tersebut, narasumber memperkenalkan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS) dan Perangkat Uji Tanah Kering (PUTK) kepada petani dan dilanjutkan dengan praktik Cara Penggunaan PUTS dan PUTK. Selain itu, narasumber juga melakukan sosialisasi Program dan Konsep Spasialisasi Database Petani (e-RDKK) yang merupakan salah satu program nasional dalam pembenahan database petani. 

 

"Bimtek ini merupakan yang pertama kali diadakan di Kabupaten Sinjunjung, Kami sangat berterima kasih kepada BBSDLP Balitbangtan yang telah mengadakan kegiatan ini. Ke depan kami sangat berharap agar dapat terus dilakukan Bimtek lainnya" ujar Arwilson, Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Kab. Sijunjung. Petani peserta Bimtek sangat antusias mengikuti kegiatan Bimtek tersebut dan saat sesi diskusi, mereka aktif mengajukan berbagai pertanyaan.

Badan Litbang Pertanian melalui Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Petani: "Petani Bertanya, BBSDLP Menjawab" di Kantor Desa Ciwalen, Kecamatan Warungkondang, Kabupten Cianjur, Jum'at (12/03/2021).

Kegiatan Bimtek ini dilaksanakan dalam rangka mendiseminasikan inovasi teknologi yang telah dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan para petani dalam pengelolaan lahan pertanian. Implementasi inovasi teknologi pertanian yang tepat dapat menjadikan lahan pertanian lebih produktif dan meningkatkan produktivitas usaha tani.

Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian, yang diwakili oleh Cahya Hancuran, SP ini, dihadiri oleh Kepala BBSDLP (Dr. Husnain, MP, M. Sc) Anggota DPR RI Komisi IV (Dr. Ir. Hj. Endang Setyawati Thohari, DESS, M. Sc), perwakilan Camat Warungkondang, 16 PPL yang berasal dari 5 BPP, serta 50 petani dari 11 poktan. 

 " Cianjur merupakan salah satu kabupaten yang memiliki sistem pertanian yang maju, untuk itu diperlukan pembenahan data, saatnya beralih dari konvensional ke digital. Dengan persil lahan tersebut, akan memudahkan petani dalam memperoleh bantuan. Untuk itu, dibutuhkan dukungan bantuan dari para penyuluh. " Ujar Kepala BBSDLP dalam sambutannya. 

Dalam kegiatan ini, terdapat 2 sesi acara, meluputi Materi dan praktik lapangan. Materi dipaparkan oleh peneliti senior BBSDLP ( Ir. Anny Mulyani, M. Sc) dan peneliti Balittanah (Dr. Adha F. Siregar), serta praktik lapangan yang didampingi oleh Tim Pemetaan dari BBSDLP. (LQ/WA/AS) 

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) terus melakukan penguatan eksistensi sektor pertanian di masa pandemi covid 19 terhadap pertumbuhan perekonomian nasional. Terobosan nyata yang dilakukan yakni melakukan gerakan padat karya di kawasan integrated farming berbasis korporasi, salah satunya di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. “Gerakan padat karya ini untuk meningkatkan partisipasi masyarakat di masa pandemi covid sehingga diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terkena dampak ekonomi di masa pandemi ini. Gerakan ini meliputi pengendalian wereng batang coklat, pemeliharaan saluran air serta penanaman jeruk dan kelapa bersama Kelompok Tani,” demikian dikatakan SYL pada acara gerakan padat karya pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT), penanganan dampak perubahan iklim dan tanam jeruk dan kelapa dalam rangka pemulihan ekonomi nasional di Desa Kaling, Kecamatan Tasik Madu, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah, Jumat (5/3/2021).

SYL menekankan gerakan padat karya merupakan salah satu langkah nyata yang diimplementasikan Kementerian Pertanian (Kementan) yang melibatkan partisipasi masyarakat untuk meningkatkan produksi atau menjamin ketersediaan kebutuhan pangan yang semakin meningkat. Dengan demikian, tantangan yang dihadapi masyarakat di tengah pandemi dapat teratasi karena pemerintah melibatkan masyarakat dalam kegiatan pembangunan pertanian. “Bapak Presiden Jokowi selalu memerintahkan kepada menterinya untuk selalu turun ke masyarakat melakukan percepatan pembangunan. Apalagi di saat seperti ini hanya sektor pertanian yang tumbuh terhadap perekonomian nasional. Saya berharap kita tidak hanya panen padi dan jagung saja tapi kita panen juga ternak, jeruk dan tanaman lainnya dalam satu kawasan,” ujarnya.

SYL mengatakan pertanian Kabupaten Karanganyar harus menjadi lokomotif dari pertanian yang lebih bagus sehingga kedepan harus dibangun korporasi yang lebih kuat. Artinya pertanian dibangun skala ekonominya melalui pengembangan hulu-hilir yang melibatnya industri pengolahan packaging yang bagus untuk daya tahan hingga pemasarannya juga direncanakan. “Pertanian Karanganyar sudah jalan, sekarang bagaimana ini nanti kita korporasikan dengan kuat artinya skala ekonomi per 1000 hektare. Disini ada 5.000 hektare hamparan yang betul-betul kita intensifkan, kita tata, baik bibit, pupuk yang berimbang dan obat-obatan yang tepat,” jelasnya.

SYL juga mendorong penerapan mekanisasi yang tepat guna yang turut didukung keterampilan dalam penggunaannya untuk mendukung gerakan-gerakan pertanian lebih efesien dan efektif dari sebelumnya. Selain itu meminta perbankan untuk terus mendukung sektor pertanian dalam penyerapan dana kredit usaha rakyat (KUR). “KUR sudah kita manfaatkan cukup maksimal pada tahun lalu namun untuk tahun ini akan kita gulirkan lebih besar dari tahun sebelumnya sehingga para petani atau pelaku usaha tani kita dorong sebesar-besarnya untuk memanfatkan fasilitas yang sudah disediakan,” terangnya.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan Kabupaten Karanganyar saat ini sudah ekspor berbagai komoditi pertanian ke luar negeri seperti jahe yang sudah diolah menjadi permen diekspor ke Amerika. Kementerian Pertanian memberikan banyak bantuan baik itu jeruk, kelapa, itik yang nanti akan kami tanam di lahan lahan yang ada. “Tentu akan kami kembangkan lagi, Karangayar menjadi sentra kelapa dunia. Kehadiran Bapak Menteri Pertanian di Kabupaten Karanganyar memberikan semangat kepada para petani yang tak terlihat sedang menghadapi covid-19. Indonesia berkah karna penghasil padi yang luar biasa,” cetusnya.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi menambahkan Kementan fokus mendorong pengembangan pola integrated farming berbasis korporasi yang dilakukan dengan program karya. Bantuan yang disediakan pemerintah meliputi fasilitas KUR, bantuan bibit dan sarana produksinya lainnya hingga aspek hilirisasinya serta pendampingan yang masif. Lebih lanjut, Suwandi mengatakan alokasi bantuan Kementan tahun anggaran 2021 untuk Kabupaten Karanganyar sebesar 9,11 miliar. Terdiri dari benih padi, benih jeruk, benih kelapa genjah, alat pra dan pasca panen, pestisida, budidaya ternak itik dan lele, pengembangan kawasan hortikultura serta bantuan untuk padat karya. “Kita perlu upaya ekstra untuk membangun pertanian yang luar biasa. Karanganyar berhasil membuktikan petani disini hebat dan tetap semangat. Kami beri dukungan supaya petani makin semangat lagi,” tandas Suwandi.

Turut hadir pada kegiatan ini Anggota Komisi IV DPR RI , Luluk Nur Hamidah, Anggota DPD RI, Denty Eka Widi Pratiwi, Kepala Pertanian Jawa Tengah, Suryo Banendro, dan jajaran eselon I Kementan.

 

Sumber:

https://monitor.co.id/2021/03/05/perkuat-perekonomian-mentan-syl-gerakan-padat-karya-di-karanganyar

 

 

Badan Litbang Pertanian melalui Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Petani: "Petani Bertanya, BBSDLP Menjawab" di Kantor Desa Bojong, Cimahi, Kecamatan Cikembar, Kabupten Sukabumi, Selasa (9/03/2021).

Kegiatan Bimtek ini dilaksanakan dalam rangka mendiseminasikan inovasi teknologi yang telah dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian dan dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kemampuan para petani dalam pengelolaan lahan pertanian. Implementasi inovasi teknologi pertanian yang tepat dapat menjadikan lahan pertanian lebih produktif dan meningkatkan nilai usaha tani.

Bimtek tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi (Ir. Sudirja MM) , Camat Cikembar (Dody Rukman Medianto, S.IP), Kepala Desa Bojong (Lahudin), dan Kepala UPTD Wilayah II Cibadak ( Yadi Mulyadi), dan dihadiri 50 petani dari 7 kelompok tani. Bimtek dibuka oleh Kepala BBSDLP yang diwakili oleh Sub Koordinator Pendayagunaan Hasil Penelitian, Drs. Widhya Adhy. 

Materi yang disampaikan dalam Bimtek terdiri atas (1) Pemanfaatan Rekomendasi Pengelolaan Lahan oleh Dr. Edi Yatno, M.Sc (BBSDLP), (2) Pemanfaatan Pekarangan dengan Budidaya Lele Sistem Bioflok oleh Koko Kusumah (Balittanah), dan (3) Peningkatan Mutu Pupuk Organik Menggunakan Mikroba oleh Dr. Etty Pratiwi, M.Si (Balittanah).

" Kami sangat berterimakasih kepada BBSDLP Balitbangtan yang telah mengadakan kegiatan ini, sehingga meningkatkan kemampuan petani di Cikembar ini. Kami berharap kegiatan ini berlanjut dengan pendampingan praktek di lapangan. " Ujar Abdul Azis, Petani dari kelompok tani Umbul Sejahtera. 

Petani sangat antusias dan aktif mengajukan pertanyaan dalam acara ini.(LQ/IMS) 


Bogor, 19 Februari 2021. Badan Litbang Pertanian melalui Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Pemanfaatan Inderaja untuk Pertanian yang diselenggarakan di Hotel Bigland, Bogor.

Acara tersebut dibuka oleh Kepala Badan Litbang Pertanian, Dr. Fadjry Djufry. Dalam kesempatan pembukaan dan diskusi, Fadjry menyampaikan pemanfaatan data citra satelit semakin diperlukan untuk pembangunan pertanian. Data citra satelit telah lama digunakan untuk mendukung berbagai kebijakan pembangunan pertanian di Indonesia. Badan Litbang Pertanian telah memanfaatkan data Sentinel 1 dalam monitoring lahan sawah melalui sistem informasi standing crop (SISCROP 1.0). Adapun monitoring lahan sawah meliputi luas tanam, luas panen, fase tumbuh, dan produksi. Dalam beberapa bulan ke depan analisis dan monitoring lahan sawah dengan Sentinel 1 untuk Jawa dan Bali diharapkan akan selesai.

Dalam kesempatan diskusi, Kepala Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian, Husnain menegaskan bahwa Kementerian Pertanian melalui Agriculture War Room (AWR) memprogramkan semua data dapat terkoneksi hingga tingkat Balai Penyuluh Pertanian (BPP). Namun demikian terkait data citra satelit, BBSDLP sebagai pengguna data LAPAN mengharapkan dapat kerjasama pemanfaatan Sentinel 1 dapat dilakukan secara cepat untuk menjawab kebutuhan informasi luas panen dan produksi padi sawah saat ini. Husnain juga menyampaikan, berbeda dengan cara manual atau pengamatan lapang, penggunaan teknologi citra satelit dapat meng-cover 100 % wilayah Indonesia.

Kepala Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh (Pusfatja), LAPAN, Dr. M. Rokhis Khomarudin, memaparkan perkembangan teknologi citra satelit dan model-model yang tersedia dan dikembangkan oleh LAPAN. Rokhis mengungkapkan pentingnya terus dilakukan kerjasama untuk membangun kerjasama dengan BBSDLP dalam membangun model pemantauan lahan pertanian. Model tersebut diharapkan dapat menjawab keraguan berbagai pihak tentang tingkat akurasi sebuah model remote sensing. Sementara itu, Rahmat Arief, mewakili Pusat Teknologi dan Data (Pustekdata), LAPAN, mengungkapkan berbagai data yang tersedia dan siap pakai (ADR) bagi para pengguna. 

Sementara itu perwakilan Pusdatin, Endah Susilawati, memaparkan tentang Sistem Informasi Monitoring Pertanian antara lain: SIMOTANDI, SI-PERDITAN, Pemetaan Lahan Pertanian secara Online.

FGD yang berlangsung selama setengah hari tersebut menghasilkan kesimpulan sebagai berikut:

1. Pusfatja, LAPAN dan BBSDLP sepakat untuk melanjutkan kerjasama pemanfaatan data Sentinel-1

2. Pustekdata, LAPAN dan BBSDLP sepakat untuk menjalin kerjasama dalam menyediakan data Sentinel-1

3 . BBSDLP dan Pusdatin, Kementerian Pertanian sepakat untuk mensinergikan dan melengkapi Database Pertanian.

Melalui kerjasama yang terus dibangun baik dengan LAPAN (Pusfatja dan Putekdata) maupun dengan Pusdatin diharapkan dapat menghasilkan informasi lahan pertanian di Indonesia secara lebih akurat dan dapat dijadikan acuan secara nasional. (SB/WA)

bitcoin casino crypto casino crypto gambling crash betting game crash gambling game bitcoin gambling